Seantero.id, JAKARTA – Bagi umat muslim bulan Syakban memiliki makna spesial, bukan hanya sekedar waktu menyambut datangnya Ramadhan. Pendakwah Ustadz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH dalam salah satu kesempatan tausiyahnya menjelaskan agar kiranya di bulan tersebut menjadi momentum untuk dapat kembali niat dan tujuan hidup yang sebenarnya.
Ustadz Adi Hidayat dalam satu kesempatan ceramahnya yang videonya diunggah di kanal YouTube, mengingatkan tentang hakikat keberadaan manusia di dunia.
Dalam penjelasannya, UAH mengutip surat dalam Al Quran yakni Az-Zariyat ayat ke 56, yang di dalamnya menerangkan bahwa tugas manusia adalah semata-mata untuk mengabdi pada Yang Maha Pencipta, Allah SWT.
UAH menyebut bahwa setiap perilaku manusia di dunia, mulai dari apa yang dilihat mata, diucapkan lisan, hingga saat melangkahkan kakinya harus diniatkan sebagai bentuk penghambaan pada Allah SWT.
Menurutnya, iman yang kokoh akan terpancar dalam kehidupan sehari-hari, manusia khususnya umat muslim di manapun berada kiranya dapat menjaga sikapnya dengan baik, tidak melanggar norma khususnya agama.
“Allah menciptakan jin dan manusia semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Seluruh aktivitas hidup sejatinya adalah bentuk penghambaan,” ucap UAH dalam tausiyahnya mengutip ayat suci Al Quran.
Ia menuturkan jika kesadaran yang dimaksud telah tertanam dalam diri manusia, maka setiap aktivitas duniawi akan bertransformasi menjadi amal saleh yang mendatangkan ridha Allah SWT.
Pendakwah kondang Tanah Air tersebutpun memberikan tamsil yang memudahkan jemaahnya agar memahaminya.
1. Bulan Rajab: Masa latihan dan pembiasaan.
2. Bulan Syakban: Masa penguatan, pendalaman, dan evaluasi.
3. Bulan Ramadhan: Sebagai momen penyempurnaan dan panen ibadah.
Adapun salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syakban adalah puasa Sunnah. Ustadz Adi Hidayat menerangkan bagaimana Rasulullah SAW kerap melaksanakan puasa di bulan tersebut dibandingkan bulan lainnya kecuali Ramadhan.(Dd)









