Hari Pertama TKA Jenjang SMP di PPU Berjalan Lancar Tanpa Kendala Teknis

Suasana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 1 PPU, Senin (6/4) siang. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) serentak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada hari pertama berlangsung lancar tanpa kendala. Baik dari sisi teknis maupun kehadiran peserta, seluruh proses berjalan sesuai rencana.

Pihak sekolah memastikan jaringan internet, perangkat komputer, hingga sistem pengawasan berbasis digital berfungsi optimal sejak awal pelaksanaan TKA.

“Alhamdulillah lancar, tidak ada kendala, baik dari jaringan maupun perangkat. Siswa juga hadir tepat waktu,” ujar Budi Lestarianto, Kepala SMPN 1 PPU, Senin (6/4) siang.

Ia menjelaskan, seluruh peserta terpantau mengikuti ujian dengan tertib. Bahkan, tingkat kehadiran siswa nyaris mencapai 100 persen.

Meski sempat ada laporan satu siswa yang belum hadir di awal waktu, pihak sekolah masih menunggu pembaruan informasi lebih lanjut.

“Hampir 100 persen yang mengikuti, tadi dikonfirmasi ada satu yang kendala lambat datang, tetapi dipastikan semua siswa hadir dihari pertama ini,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan tahun ini, sistem pengawasan TKA mengalami pembaruan. Selain pengawasan langsung di ruang ujian, pengawas juga melakukan pemantauan melalui Zoom Meeting secara individu.

“Pengawas tidak hanya di lapangan, tapi juga melalui Zoom. Setiap pengawas punya link dan akun masing-masing, jadi pengawasannya lebih ketat,” kata Budi.

Pengawas tersebut berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten hingga provinsi, sehingga pengawasan berlangsung berlapis dan terintegrasi.

Meski TKA bukan menjadi kewajiban mutlak bagi siswa, sekolah tetap mendorong partisipasi tinggi. Minimal, sebanyak 80 persen siswa harus mengikuti TKA agar sekolah dapat memperoleh rapor pendidikan.

Ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari integrasi sistem penilaian sebelumnya, yakni Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), yang kini digabung dalam TKA.

“Kalau dulu ANBK hanya diwakili sebagian siswa, sekarang minimal 80 persen harus ikut. Kalau tidak, sekolah tidak mendapatkan rapor pendidikan,” terangnya.

Berbeda dengan ujian nasional sebelumnya, TKA hanya menguji dua mata pelajaran, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.

Pelaksanaan ujian juga berlangsung selama dua hari, dengan sistem pembagian sesi menyesuaikan jumlah siswa dan ketersediaan perangkat.

Seperti di SMPN 1 PPU ini, jumlah peserta yakni siswa kelas 9 tercatat sebanyak 162 orang yang mengikuti TKA dari 505 siswa untuk satu sekolah. Sehingga pelaksanaan ujian dibagi menjadi tiga sesi, satu sesi dalam satu ruangan maksimal berisi 20 siswa.

Pada hari pertama, siswa mengikuti ujian Matematika, sementara hari kedua dijadwalkan untuk Bahasa Indonesia. Selain itu, terdapat muatan asesmen tambahan yang terintegrasi untuk menilai mutu pendidikan sekolah.

Dari sisi psikologis, Budi bilang pihaknya menilai siswa cukup siap menghadapi TKA. Sosialisasi yang telah dilakukan sejak jauh hari kepada siswa dan orang tua menjadi faktor pendukung kelancaran pelaksanaan.

“Anak-anak terlihat cukup siap dan menjalani dengan santai. Kami juga sudah memberikan buku pendukung latihan secara gratis,” terangnya.

Ia menambahkan, hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai salah satu syarat masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi melalui jalur prestasi.

Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan standar penilaian yang lebih objektif dibandingkan hanya mengandalkan nilai rapor.

Sebagai informasi, TKA jenjang SMP sederajat akan berlangsung hingga 16 April 2026. Terdiri dari:
Gelombang 1: 6-7 April 2026
Gelombang 2: 8-9 April 2026
Gelombang 3: 13-14 April 2026
Gelombang 4: 15-16 April 2026.

(Bey)

Share it:

Baca Juga