Seantero.id, KALTENG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah (Kalteng), semakin membuat masyarakat setempat tersiksa.
Warga mengeluh beberapa lubang di jalanan tidak terlihat karena kabut asap akibat karhutla yang sangat pekat hingga berpotensi membahayakan para pengendara.
Jarak pandang di Kecamatan Kumai diperkirakan hanya sekitar 30 meter, sementara di Pangkalan Bun berkisar 50 meter pada 23 Oktober 2026.
Tebalnya kabut asap menyulitkan para pengendara melihat kondisi jalan yang akan dilalui, termasuk beberapa lubang yang dapat memicu kecelakaan.
Seorang warga Kumai, Narti. Mengeluh karena tebalnya kabut asap sampai rumah tetangganya pun tidak begitu jelas terlihat.
“Keluar rumah seperti hidup di awan-awan, tidak terlihat mana jalan mana rumah tetangga, jarak pandang sekitar 30 meter saja,” keluhnya.
Ada juga Joni, warga Pangkalan Bun. Yang mengaku hampir terjatuh dari sepeda motornya karena melewati jalan berlubang yang tidak terlihat karena asap tebal.
“Nggak kelihatan ada lubang, hampir terjatuh, asap karhutla makin pekat, jarak pandang sekitar 50 meter saja,” kata Joni. (Dd)









