Buya Yahya Tanggapi Tradisi Hari Valentine yang Biasa Dirayakan Remaja Eropa pada 14 Februari

Ustadz Buya Yahya

Seantero.id, JAKARTA – Valentine Day atau Hari Kasih Sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari di setiap tahunnya banyak dirayakan di sejumlah negara di Eropa.

Beragam tradisi unik dilakukan di Hari Valentine seperti bertukar kartu ucapan, mengirim bunga, berbagi cokelat, hingga mengadakan pesta yang meriah.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, Prof. KH. Yahya Zainul Ma’arif, Lc., M.A., Ph.D. Dalam tausiyahnya menerangkan bahwa agama Islam tidak mengajarkan yang namanya Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.

Menurutnya ungkapan rasa kasih sayang pada sesama manusia dapat disampaikan kapan saja tanpa terbatas waktu.

Pendakwah kharismatik tersebut pun menyinggung pentingnya melakukan kegiatan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, agar senantiasa mendapat ridha Allah SWT.

Buya menegaskan bahwa Hari Kasih Sayang bukanlah budaya bagi umat muslim, atau tidak ada hubungannya dengan agama Islam.

Ia berharap agar umat muslim remaja di Tanah Air dapat lebih selektif dalam menerima budaya asing dari luar, yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Buya menyarankan agar jika ingin membuat acara bertemakan kasih sayang, kiranya dapat diisi dengan kegiatan Dzikir mengingat Allah serta memanjatkan doa-doa, namun tidak melabeli acara tersebut dengan nama Valentine Day.

Buya menyarankan segala atribut yang menjadi ciri khas perayaan yang dimaksud kiranya dapat dihindari, khusnya bagi para remaja muslim.

Buya berharap agar bentuk-bentuk potensi pelaggaran norma agama yang berpotensi terjadi di momen perayaan tersebut perlu diwaspadai, seperti halnya berkumpulnya pasangan muda-mudi non muhrim dan melakukan pesta tanpa batas.

Di tausiyahnya, pendakwah Buya Yahya mengajak agar para orang tua untuk dapat senantiasa membentengi anak-anaknya dengan iman dan takwa agar tidak terjerumus kegiatan negatif di Hari Valentine.(Dd)

Share it:

Baca Juga