Seantero.id, ARAB SAUDI – Pasca serangan yang dilakukan kelompok Houthi beberapa waktu lalu, Otoritas Arab Saudi memperpanjang waktu penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menjadi sasaran pasukan tersebut.
Otoritas Arab Saudi dalam keterangannya menyebut Bandara King Khalid, Riyadh. Akan ditutup hingga tanggal 17 Oktober 2026, sampai situasi dinilai aman.
Imbas serangan yang dilancarkan kelompok Houthi, sejumlah maskapai telah membatalkan penerbangan hingga hal tersebut membuat kecewa para calon penumpang.
“Operasional dihentikan sementara untuk memungkinkan penyelesaian prosedur guna memastikan keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara,” ungkap pihak otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.
Pihak kelompok Houthi sendiri dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa mereka menargetkan pangkalan udara di Khamis Mushait wilayah Arab.
Diketahui, Bandara King Khalid ditutup sejak Sabtu, 10 Oktober 2026, usai diserang kelompok Houthi. Yang menewaskan 13 orang dan melukai 300 orang lainnya.
Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri beserta KBRI Riyadh memastikan belum adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban akibat serangan kelompok Houthi yang menyasar Bandara Internasional King Khalid. (Dd)









