Seantero.id, JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK). Membantah tegas isu yang menyebut dirinya meramalkan Indonesia akan mengalami kekacauan (chaos) pada bulan Juli atau Agustus 2026.
Bantahan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat konferensi pers di kediamannya, di kawasan Jakarta Selatan, 18 April 2026.
“Ada lagi isu Pak JK bilang Agustus collapse negara, chaos. Boleh periksa semua media, pernah enggak saya bilang di media?” kata Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 tersebut.
Ia menerangkan bahwa dirinya memang menyampaikan pandangan terkait kondisi ekonomi negara saat ini, namun dalam koridor saran konstruktif.
Ia meluruskan bahwa prediksi yang disampaikannya bukanlah chaos, tetapi terkait potensi keuangan jika perintah saat ini tidak segera melakukan penyesuaian kebijakan.
“Saya tidak pernah ngomong satu pun bahwa negara ini akan (chaos). Saya ngomong negara ini bermasalah jika tidak naik BBM, kalau tidak MBG dikurangi, kalau tidak koperasi jangan terlalu besar jugalah,” kata JK.
Menurutnya, berbincangan terkait hal tersebut dilakukannya bersama para ekonom, dan beberapa ahli.
JK mengklaim telah mengirimkan dokumen berisi kajian dan saran pada Presiden dan juga Menteri Koordinator Perekonomian. Yang di dalamnya memperingatkan pemerintah untuk mengantisipasi situasi ekonomi yang diprediksi mulai menekan pada bulan Juli mendatang.
Ia menyebut bahwa surat atau dokumen berisi kajian atau saran yang disampaikannya pada Presiden dan Menko Perekonomian tersebut sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang negarawan.
“Saya kirim ke Bapak Presiden, saya kirim ke Menko Ekonomi. Ada kata-kata isinya: pemerintah pusat perlu mengantisipasi situasi yang diperkirakan akan muncul pada bulan Juli. Tidak mengatakan chaos,” tegas Jusuf Kalla.(Dd)









