Seantero.id, SORONG – Kasus penyerangan keji yang menimpa tenaga medis di wilayah Papua Barat Daya terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Anggota DPD RI perwakilan daerah pemilihan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, secara tegas meminta para pelaku pembunuhan nakes di Kabupaten Tambrauw untuk segera menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kejadian yang memilukan ini bermula dari insiden penyerangan terhadap empat tenaga kesehatan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, pada Senin (16/3/2026) siang. Tragedi tersebut menyebabkan dua orang korban meninggal dunia saat sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman. Hingga kini, pihak kepolisian terus bergerak cepat melakukan pengejaran dan memperdalam proses hukum terhadap para tersangka.
Paul Finsen Mayor menekankan pentingnya kerja sama dari pihak keluarga agar masalah ini tidak berlarut-larut. “Saya mengimbau keluarga pelaku agar bersikap kooperatif dan membantu menyerahkan para pelaku kepada Kepolisian Daerah Papua Barat Daya guna mempercepat proses hukum,” katanya pada Minggu (22/3/2026) di Sorong. Menurutnya, kasus ini merupakan tindak kriminal murni yang harus ditangani secara tegas sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.
Sejauh ini, Polda Papua Barat Daya telah menunjukkan keseriusannya dengan mengamankan 12 orang terduga pelaku. Nama-nama seperti TY (28), LY (57), hingga beberapa oknum aparat desa dan PNS berinisial AY (44) serta WY (49) masuk dalam daftar yang diamankan. Paul pun mengapresiasi kinerja kepolisian yang dinilai tetap mengedepankan sisi humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di tanah Papua.
“Pelaku harus segera ditangkap dan diproses hukum. Jika mereka ingin menyerahkan diri, tentu akan lebih baik,” ujar anggota DPD RI tersebut menambahkan. Ia juga menyatakan siap memfasilitasi penjemputan jika ada itikad baik dari pelaku untuk menyerah secara damai. “Saya mendukung langkah kepolisian dalam mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku,” tegasnya.
Dukungan penuh diberikan kepada Kapolda Papua Barat Daya agar penyelidikan berjalan transparan. Sebagai perwakilan daerah, Paul berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan kasus pembunuhan nakes ini hingga tuntas. Harapannya, keadilan segera tegak bagi para korban dan situasi di Tambrauw kembali kondusif sehingga pelayanan kesehatan bagi warga tidak lagi terganggu oleh rasa takut. (Sen)









