Seantero.id, KALTIM – Setelah mendapat banyak kritikan publik, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Akhirnya menyatakan membatalkan pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.
Pernyataan pembatalan pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim tersebut menyusul derasnya kritikan tajam masyarakat terhadap pembelian unit SUV premiun yang harganya dinilai fantastis di tengah persoalan infrastruktur daerah yang belum tuntas, dan juga terkait kebijakan efisiensi.
Pengumuman pembatalan pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp 8,5 miliar tersebut disampaikan Rudy Mas’ud dalam akun Instagramnya, dengan tegas ia mengatakan bahwa pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menarik rencana tersebut.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk membatalkan mobil dinas Gubernur yang sebelumnya direncanakan,” ungkapnya di Instagram.
“Keputusan ini kami ambil setelah mendengar dan mempertimbangkan secara serius aspirasi serta masukan positif masyarakat Kalimantan Timur,” jelasnya.
Sebelumnya, pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar tersebut memicu polemik, harga kendaraan tersebut dianggap banyak masyarakat tidak menunjukkan empati anggaran.
Meski pihak Pemprov telah menjelaskan bahwa jenis kendaraan tersebut diperlukan di wilayah Kaltim yang memiliki medan yang cukup berat, namun banyak masyarakat yang menyebut bahwa anggaran tersebut lebih mendesak dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di pelosok wilayah tersebut.
Pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp 8,5 miliar tersebut sebelumnya turut mendapat sorotan dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya. Dalam komentarnya ia berharap agar kiranya rencana tersebut dapat dikaji ulang.(Dd)









