Seantero.id – Hujan baru saja reda. Ketika itu Nur Afifah, balita perempuan berusia 3 tahun juga baru selesai dimandikan Eamang (63), neneknya yang kemudian hendak mengambilkan popok untuk cucunya itu, Senin petang (7/10/2024).
Namun disaat hendak memakaikan popok yang diambilnya itu seketika Eamang dibuat kebingungan, karena Afifah menghilang dari pandangannya. Balita itu lepas dari pengawasan sang nenek.
Eamang yang kebingungan lalu bertanya ke kedua cucunya yang lain. Kebetulan sebelumnya Afifah mandi bersama kedua sepupunya itu.
Sang nenek pun terkejut, karena kedua cucunya mengatakan Afifah terjatuh ke aliran sungai yang ada di belakang rumah mereka di Jalan Batu Cermin, Gang PU, RT 04, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Eamang bergegas menuju ke belakang rumah dan mendapati pintu belakang sedikit terbuka hingga membuatnya kian panik.
Tak peduli dengan keselamatannya, Eamang langsung terjun ke sungai yang arusnya cukup deras untuk mencari dan menolong Afifah.
Tindakan membahayakan Eamang itu diketahui Eka (38), anaknya yang kemudian berteriak meminta tolong ke warga sekitar.
Tak berselang lama warga termasuk polisi dari Polsek Sungai Pinang dan relawan berdatangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sebelum membantu melakukan pencarian Afifah, polisi lebih dulu menenangkan dan mengevakuasi Eamang, yang masih terus berupaya mencari cucunya itu.
Meski awalnya bersikeras hendak terus mencari sendiri cucunya, Eamang akhirnya menyadari tindakannya itu percuma dan akan berakhir sia-sia.
“Kasihan cucu saya belum pakai baju. Dia pasti kedinginan di situ (sungai),” ucap lirih Eamang, yang dituntun polisi menuju ke rumahnya dengan kondisi basah kuyup.
Dibalik rasa bersalah Eamang, jalan hidup cucunya itu memang sudah diselimuti kesedihan. Hubungan orangtuanya yang tak harmonis memaksa balita malang itu harus tinggal dan dirawat neneknya.
“Kasihan bapaknya kerja jauh carikan uang. Kasihan bapaknya nanti pulang anaknya sudah tidak ada,” tutur Eamang sembari menangis.
Sementara itu usai membawa Eamang kembali ke rumahnya, polisi dan relawan mulai melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar TKP yang terendam banjir akibat luapan air sungai.
Proses pencarian Tim SAR gabungan yang dikomando Unit Siaga SAR Samarinda dibawah kendali Basarnas Kaltimtara hingga malam hari itu membuahkan hasil.
Pukul 20.55 WITA Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Afifah di aliran sungai sejauh sekira 100 meter dari titik terjatuh.
“Korban (Afifah) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban langsung dibawa kerumah duka,” singkat Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi.(oce)









