Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP Ingatkan Pentingnya Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri saat melantik Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDI-P masa bakti 2025-2025. (KOMPAS.com)

Seantero.id, BLITAR – Di tengah dinamika global yang kian memanas, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP kembali menyuarakan pentingnya konsistensi Indonesia dalam kancah internasional. Partai berlambang banteng moncong putih ini menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia harus tetap berpijak pada prinsip bebas aktif, sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, saat mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri melakukan ziarah ke makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur. Menurut Hasto, fondasi yang diletakkan oleh para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno dan Bung Hatta, merupakan kompas moral yang tak boleh ditinggalkan oleh pemerintah saat ini dalam merespons isu-isu geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.

“Bahwa kemerdekaan Indonesia ialah menunjukkan suatu spirit pembebasan bagi bangsa-bangsa terjajah di Asia Afrika. Karena itulah kemerdekaan sebagai hak segala bangsa itu harus betul-betul diperjuangkan dan tidak boleh diingkari,” ujar Hasto Kristiyanto di Blitar pada Minggu (29/3/2026).

Hasto menekankan bahwa prinsip politik luar negeri Indonesia tidak membenarkan adanya tindakan intimidasi dari negara super power terhadap negara berdaulat mana pun. Semangat ini merupakan bentuk persaudaraan dunia yang harus terus dijaga. “Maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Itulah yang harus dilanjutkan oleh seluruh Presiden,” tambah Hasto dengan tegas.

Selain membahas prinsip dasar, Hasto juga mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri telah melakukan dialog intensif dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berbagi pengalaman serta membahas masalah geopolitik terkini. Poin penting dari diskusi tersebut adalah pentingnya para pemimpin bangsa untuk duduk bersama dan saling berdialog demi kepentingan nasional.

Kunjungan ziarah ini sendiri berlangsung khidmat. Megawati bersama jajaran petinggi partai tampak melakukan doa bersama dan prosesi tabur bunga di pusara sang Proklamator. Melalui momentum ini, PDIP berharap kepemimpinan yang berjuang demi kemerdekaan bangsa bisa terus menjadi teladan dalam kebijakan luar negeri Indonesia yang berdaulat dan berwibawa di mata dunia. (Sen)

Share it:

Baca Juga