Seantero.id – KUTAI BARAT – Anggota DPRD Kaltim, Yonavia, menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Hal itu ia sampaikan dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-9 tentang Ketahanan Keluarga di Kampung Sakaq Tada, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Sabtu (13/9/2025).
“Keluarga adalah benteng pertama. Kalau keluarga kuat, masyarakat juga kuat,” tutur Yonavia di hadapan peserta yang memadati balai kampung.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 Wita ini menghadirkan Kepala Dinas DP2KBP3A Kaltim, Dr. Sukwanto, serta Kabid PPKBK3, Sapri, sebagai narasumber, dengan Harkenius Bias bertindak sebagai moderator.
Yonavia menekankan bahwa Perda Ketahanan Keluarga bukan sekadar aturan di atas kertas. “Ini panduan nyata. Kita ingin setiap keluarga Kaltim punya daya tahan, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual,” tegasnya.
Dr. Sukwanto dalam paparannya menjelaskan bahwa ketahanan keluarga mencakup berbagai aspek. “Pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, kemandirian, hingga mental spiritual semuanya saling terkait. Pemerintah daerah wajib menyiapkan sasaran keluarga secara berkelanjutan agar tidak rentan,” jelas Sukwanto.
Ia menambahkan, perencanaan tahunan yang terukur serta pengendalian program menjadi kunci sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Perda.
Sapri menyoroti tantangan di lapangan, terutama dalam peningkatan kualitas anak dan remaja.
“Anak perlu akses informasi, pendidikan, dan perlindungan. Remaja harus mendapat pelayanan yang menyiapkan mereka untuk hidup berkeluarga,” paparnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan. “Banyak perempuan yang menjadi kepala keluarga. Kita harus dukung mereka agar bisa mandiri dan sejahtera,” imbuhnya.
Yonavia menambahkan, penguatan keluarga berdampak langsung pada penurunan angka perceraian dan kemiskinan. “Legalitas keluarga yang baik bisa menekan perceraian, memenuhi kebutuhan fisik, dan meningkatkan ketahanan ekonomi. Dari sinilah ketahanan sosial dan psikologis masyarakat terbentuk,” terangnya.
Ia juga mengajak organisasi profesi, dunia usaha, dan penyandang dana ikut berkontribusi melalui layanan, advokasi, komunikasi, dan edukasi.
Yonavia berharap sosialisasi ini dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat. “Ketahanan keluarga bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Ia menutup dengan ajakan agar peserta membawa pulang pesan dari kegiatan ini. “Mari mulai dari rumah kita sendiri: didik anak dengan nilai-nilai, jaga kesehatan, kembangkan ekonomi keluarga, dan perkuat spiritualitas. Dari keluarga yang kokoh, Kalimantan Timur akan lebih maju,” pungkasnya.(hen)









