Seantero.id, PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) PPU. Kehadiran pegawai hingga keteladanan pimpinan menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Sidak yang berlangsung Rabu (2/9/2026) itu dilakukan untuk melihat langsung kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan perangkat daerah.
Abdul Waris tidak hanya memeriksa kondisi kehadiran pegawai, tetapi juga memberikan arahan kepada jajaran pimpinan Dinas PU.
Ia menekankan bahwa disiplin aparatur berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Menurutnya, pegawai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan.
Kehadiran di kantor menjadi salah satu bagian dari kewajiban tersebut, tetapi bukan satu-satunya ukuran kedisiplinan.
“Kedisiplinan aparatur merupakan bagian penting dalam menunjang pelayanan pemerintahan kepada masyarakat. Setiap pegawai harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” tegas Abdul Waris Muin, Rabu (2/9).
Ia kemudian menyoroti posisi pimpinan yang dinilai memiliki tanggung jawab lebih besar dalam membangun budaya kerja di lingkungan organisasi perangkat daerah.
Menurut Waris, pimpinan tidak cukup hanya meminta bawahannya disiplin. Sikap dan perilaku pimpinan juga harus menjadi contoh bagi pegawai yang dipimpinnya.
“Jangan sampai pimpinan justru menjadi contoh yang tidak baik bagi anggotanya. Pimpinan harus memberikan keteladanan, terutama dalam hal disiplin dan kehadiran,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan kedisiplinan tidak semestinya hanya menjadi perhatian ketika ada pemeriksaan mendadak.
Pembinaan terhadap pegawai perlu dilakukan secara konsisten oleh masing-masing pimpinan.
“Pimpinan memiliki peran penting dalam membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab di lingkungan organisasi perangkat daerah,” kata Waris.
Pemkab PPU memastikan pemantauan terhadap kedisiplinan aparatur akan terus dilakukan di perangkat daerah lainnya.
Langkah tersebut diharapkan mendorong ASN semakin bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Sidak ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembenahan disiplin tidak hanya menyasar pegawai di level bawah.
“Pimpinan OPD juga dituntut menunjukkan standar kedisiplinan yang sama, bahkan menjadi orang pertama yang memberi contoh,” tandasnya. (Adv/Bey)









