Virus Nipah Ancam Indonesia, Kemenkes Imbau Ini

Ilustrasi pencegahan virus nipah (seantero.id)

Seantero.id, JAKARTA – Dalam beberapa waktu terakhir, virus nipah kembali mencuri perhatian banyak pihak di beberapa negara di Asia termasuk Indonesia. Wabah yang membuat khawatir publik tersebut dilaporkan kembali muncul di India, hingga membuat resah masyarakat di Tanah Air.

Dalam keterangannya saat konferensi pers pada 29 Januari 2026 lalu, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dominicus Husada. Mengatakan bahwa virus nipah tercatat pernah ada di Indonesia yang ditemukan pada hewan kelelawar, sementara untuk manusia belum.

Dominicus Husada menjelaskan bahwa virus nipah berasal dari hewan babi atau kelelawar, adapun kelelawar buah menjadi penular utama.

“Negara kita termasuk yang punya kelelawar ini dan sudah ditemukan virusnya pada kelelawar, tapi pada orangnya belum,” ungkapnya.

Kemunculan virus tersebut di Tanah Air pernah terungkap pada tahun 2017, ditemukan di Provinsi Sumatra Utara melalui uji RT-PCR 50 swab saliva dari hewan kelelawar.

Meskipun saat ini adanya potensi penyebaran virus tersebut di Indonesia, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI tersebut mengingatkan pada masyarakat di Tanah Air agar tidak merasa khawatir berlebihan. Selama melakukan upaya pencegahan, ia memastikan infeksi virus nipah dapat dicegah.

Pihak Kementerian Kesehatan RI telah menyampaikan imbauan pada masyarakat untuk dapat bersikap waspada terhadap penyebaran virus tersebut, antara lain dengan senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, khususnya buah-buahan yang diduga terkontaminasi.

Menteri Kesehatan, Budi Gunawan. Dalam keterangannya mengatakan agar kiranya masyarakat dapat berhati-hati dalam mengkonsumsi buah yang telah terbuka di saat berada di wilayah yang penularan virusnya tinggi.

“Untuk orang-orang Indonesia kalau bisa jangan makan buah yang terbuka atau lebih baik lagi ya nggak usah makan buah deh,” ucap Budi.

Menurut Menkes, pihaknya akan melakukan screening terhadap para wisatawan luar negeri atau dalam negeri yang melakukan perjalanan dari negara India, Budi menerangkan bahwa pemeriksaan dilakukan seperti halnya Covid-19 lalu melalui metode PCR.

Diketahui, virus nipah kembali muncul di negara bagian Benggala Barat, India. Otoritas kesehatan global termasuk Indonesia tetap bersikap waspada, mengingat karakteristik dari wabah tersebut yang dinilai cukup berbahaya.

Share it:

Baca Juga