Seantero.id, SIDOARJO – Lembaga antirasuah terus bergerak cepat untuk mengusut tuntas perkara dugaan korupsi di lingkup pemerintahan daerah. Terbaru, tim penyidik KPK telah memanggil dan meminta keterangan dari puluhan aparatur sipil negara di Jawa Timur. Langkah ini diambil guna memperdalam penyidikan terkait kasus hukum yang menyeret Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo.
Proses hukum ini menjadi perhatian publik karena melibatkan banyak pemangku kebijakan di tingkat daerah. Fokus utama dari penyidikan ini adalah untuk memetakan dugaan aliran dana serta mekanisme pemerasan yang disinyalir terjadi di lingkungan birokrasi tersebut. Kehadiran para saksi diharapkan mampu memberikan titik terang bagi penyidik dalam menyusun berkas perkara yang lebih komprehensif.
Berdasarkan laporan resmi, KPK memeriksa 27 pejabat di lingkungan Pemkab Tulungagung selama tiga hari dalam pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo. Agenda pemeriksaan ini dilakukan secara intensif di lokasi yang sudah ditentukan oleh tim penyidik untuk memudahkan proses verifikasi data.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan rincian mengenai jadwal dan lokasi agenda tersebut. Beliau menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan sejak Rabu (22/4/2026) hingga Jumat (24/4/2026) di kantor BPKP Perwakilan Jawa Timur, Sidoarjo, untuk melengkapi alat bukti dan memperjelas konstruksi perkara. Ketegasan ini dilakukan agar transparansi dalam penanganan kasus korupsi tetap terjaga.
“Selama tiga hari ini kami telah memanggil total 27 orang saksi dari unsur pejabat Pemkab Tulungagung,” katanya di Sidoarjo pada Jumat (24/4/2026). Menurut Budi, pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan rata-rata sembilan saksi diperiksa setiap hari agar proses pengambilan keterangan berjalan lebih efektif dan mendalam.
Keterangan para saksi dinilai penting untuk menguatkan dugaan pemerasan serta kemungkinan adanya penerimaan lain dalam perkara tersebut. Budi menjelaskan, saksi yang dipanggil tidak hanya berasal dari pejabat yang sebelumnya telah diperiksa, tetapi juga sejumlah pihak lain yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara. “Dengan keterangan yang lengkap dan jujur, diharapkan perkara ini dapat terungkap secara terang,” ujarnya menutup pembicaraan.
Hingga kini, publik masih menantikan hasil akhir dari penyidikan maraton ini. Kesiapan saksi untuk bekerja sama secara kooperatif akan sangat menentukan kecepatan penyelesaian kasus tersebut sebelum akhirnya dilimpahkan ke meja hijau. (Sen)









