Seantero.id, JAKARTA – Suasana Ramadhan 1447 Hijriah kali ini terasa sangat berbeda bagi ratusan generasi muda di Jakarta. TNI AL kembali menghadirkan inovasi menarik dengan menyelenggarakan pesantren kilat di atas kapal perang, tepatnya di KRI Semarang 594. Kegiatan yang memadukan pendidikan spiritual dan wawasan kebaharian ini resmi dibuka di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, pada Rabu (11/3/2026).
Sebanyak 400 peserta yang terdiri dari pelajar, santri, hingga mahasiswa antusias mengikuti agenda yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Di atas kapal perang milik angkatan laut tersebut, para peserta tidak hanya belajar agama, tetapi juga merasakan langsung sensasi hidup sebagai prajurit di atas samudera.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan bahwa program ini dirancang secara komprehensif. ”Pesantren kilat juga kegiatannya terdiri atas ceramah-ceramah agama, ibadah-ibadah baik salat tarawih, kemudian salat tahajud, kemudian pengkajian-pengkajian keagamaan, sejarah-sejarah agama. Itu diperkenalkan dan disampaikan oleh para narasumber dari Kementerian Agama, dari Disbintal TNI Angkatan Laut, kemudian dari MUI, dan dari Baznas,” terang Laksamana TNI Muhammad Ali di Jakarta Utara, Rabu (11/3/2026).
Tak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, para peserta juga diajak untuk terjun langsung dalam aksi kemanusiaan. ”Selain aspek spiritual, kegiatan pesantren kilat di KRI Semarang 594 akan diisi dengan pemberian santunan dan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis di Pulau Untung Jawa, Jakarta Utara. Para peserta juga akan diperkenalkan dengan kehidupan dan tradisi di kapal perang TNI AL, termasuk dalam hal buka puasa dan sahur bersama, serta kegiatan positif lainnya,” ucap Ali menambahkan.
Antusiasme yang tinggi dari masyarakat membuat pihak TNI AL mempertimbangkan untuk memperluas jangkauan program ini di masa mendatang. Keberhasilan acara di Jakarta diharapkan bisa menjadi pilot project untuk wilayah lainnya. ”Ke depan apakah bisa untuk kota-kota lain, nanti kita lihat situasi ya. Apabila memungkinkan, apabila nanti mungkin bisa lebih dari satu kapal, kami akan coba,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemuda tidak hanya memiliki kedalaman iman, tetapi juga cinta yang besar terhadap tanah air dan dunia maritim Indonesia. (Sen)









