Uji Coba Jadi Kunci, SPPG Polres PPU Mulai Distribusi MBG untuk 1.200 Pelajar

SPPG Polres PPU. (Berby/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan siap menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar. Namun sebelum distribusi dilakukan secara penuh, tahapan uji coba menjadi perhatian utama untuk memastikan penyaluran berjalan aman dan tepat sasaran.

Program MBG ini direncanakan menjangkau 1.200 penerima manfaat dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di wilayah Gerbang Madani. Wakapolres PPU Kompol Awan Kurnianto mengatakan, seluruh kebutuhan operasional telah disiapkan, mulai dari struktur organisasi, pelatihan tenaga relawan, hingga koordinasi lintas instansi.

Menurut Awan, kesiapan kesehatan dan keamanan pangan menjadi aspek krusial sebelum dapur produksi makanan mulai beroperasi. Relawan yang terlibat telah dibekali pelatihan penjamah makanan serta pendampingan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PPU.

“Penjamah makanan wajib memiliki sertifikasi resmi agar mutu dan kebersihan makanan benar-benar terjamin,” ujar Awan, Senin (9/2).

Selain itu, pihak Polres PPU juga berkoordinasi dengan Dinkes terkait penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemeriksaan lapangan oleh tim kesehatan akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan operasional dapur MBG.

Meski anggaran tahap awal telah dicairkan, Polres PPU menilai uji coba distribusi tetap diperlukan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala teknis di lapangan.

“Anggaran sudah tersedia dan kemungkinan operasional dimulai pekan depan. Tetapi sebelum itu, kami lakukan trial terlebih dahulu. Koordinasi terus kami lakukan dengan chef, ahli gizi, dan Kepala SPPG sebagai penentu kebijakan teknis,” jelas Awan.

Untuk menghindari tumpang tindih data penerima manfaat, SPPG Polres PPU berada di bawah koordinasi Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Timur. Pendataan dilakukan secara terintegrasi agar sasaran program tidak beririsan dengan pelaksana lain.

Pada tahap awal, alokasi 1.200 porsi difokuskan bagi pelajar TK Bhayangkari, SD, SMP, hingga SMA di kawasan Gerbang Madani. Menu makanan disusun berdasarkan pedoman gizi “Isi Piringku” dan dirancang memenuhi kebutuhan gizi harian siswa.

Penyelenggara juga menerapkan siklus menu selama 10 hari untuk menjaga variasi dan selera makan anak. Menu akan berganti setiap hari sebelum kembali ke menu awal pada siklus berikutnya.

Saat ini, tim SPPG masih memusatkan perhatian pada penyelesaian administrasi, pendataan penerima manfaat, serta koordinasi teknis dengan pihak sekolah. Pendataan juga mencakup identifikasi siswa yang memiliki alergi makanan tertentu guna meminimalkan risiko kesehatan.

Distribusi MBG nantinya akan disesuaikan dengan jadwal istirahat masing-masing jenjang sekolah. “Karena waktu istirahat TK, SD, SMP, dan SMA berbeda-beda, tim lapangan akan berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah agar pembagian berjalan tertib,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga