Seantero.id, BALIKPAPAN – Posisi Persiba Balikpapan kian terjepit di papan bawah klasemen Grup B Liga 2. Hingga pekan ke-24, tim berjuluk Beruang Madu masih tertahan di peringkat kesembilan dengan koleksi 17 poin dari 4 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 15 kekalahan.
Situasi tersebut membuat peluang bertahan di Liga 2 musim depan semakin berat. Tiga pertandingan tersisa menjadi penentu nasib klub kebanggaan masyarakat Balikpapan itu, dengan target mutlak meraih poin penuh di setiap laga.
Namun, perjuangan Persiba tidak hanya bergantung pada hasil sendiri. Mereka juga harus berharap pesaing terdekat, PSIS Semarang, terpeleset di laga-laga sisa. Saat ini, PSIS berada di zona aman dengan keunggulan tiga poin.
Jadwal yang dihadapi Persiba pun tidak mudah. Dari tiga laga tersisa, dua di antaranya harus dilakoni di kandang lawan. Persiba akan bertandang ke markas Barito Putera pada 18 April 2026, kemudian menjamu PSS Sleman di Stadion Batakan, sebelum menutup musim dengan laga tandang melawan Deltras Sidoarjo.
Dua lawan awal, Barito Putera dan PSS Sleman, bukanlah tim sembarangan. Keduanya saat ini berada di papan atas klasemen dan tengah bersaing untuk tiket promosi ke Liga 1, sehingga dipastikan pertandingan berlangsung sengit.
Asisten Pelatih Persiba, Gunawan Dwi Cahyo, menegaskan timnya memilih fokus pada performa sendiri tanpa terlalu memikirkan hasil tim lain.
“Kita berbeda tiga poin, kami enggak mau melihat PSIS, kita mau lihat tim kita sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim pelatih terus melakukan evaluasi, terutama dalam aspek set piece dan penjagaan ketat antar pemain. Menurutnya, kerja keras di setiap pertandingan menjadi kunci untuk keluar dari tekanan zona bawah.
“Kalau memang kita mau bertahan, ya kita harus kerja keras di setiap pertandingan,” tegasnya.
Jika gagal meraih hasil maksimal dan tetap finis di peringkat kesembilan, Persiba masih harus menghadapi laga penentuan melawan tim peringkat sembilan dari Grup A. Pertandingan tersebut akan menjadi duel hidup mati untuk menentukan apakah Beruang Madu bertahan di Liga 2 atau harus turun kasta ke Liga 3. (Bey)









