Seantero.id, JAKARTA – Momentum pemberdayaan perempuan di tanah air semakin kuat dengan hadirnya ruang-ruang kreatif yang nyata. Dalam gelaran TGX Women Summit 2026, semangat untuk bangkit dari berbagai tekanan sosial maupun ekonomi menjadi sorotan utama. Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah gerakan kolaboratif untuk mendorong kaum perempuan agar lebih berani bersuara dan menunjukkan eksistensinya melalui sebuah karya.
Anggota DPR RI, Novita Hardini, yang juga merupakan Founder UPRINTIS Indonesia, menjadi sosok penting di balik inisiasi ini. Ia menekankan bahwa setiap ujian hidup yang dialami oleh seorang wanita tidak seharusnya menjadi beban mati, melainkan bisa diolah menjadi energi positif yang menginspirasi orang lain. Salah satu bukti nyatanya adalah peluncuran buku kolaboratif berjudul “Bising dan Hening”.
Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan para perempuan penyintas yang mendokumentasikan pergulatan batin hingga keberhasilan mereka untuk bangkit kembali. Anggota DPR RI Novita Hardini mengajak seluruh perempuan di Indonesia untuk mengubah tantangan hidup baik sosial dan ekonomi menjadi karya yang dapat memberikan kekuatan bagi orang lain.
“Terkadang dalam hidup, yang mampu menasihati diri kita adalah diri kita sendiri. Ketika pengalaman ditulis, lalu dibaca kembali beberapa tahun kemudian, tulisan itu bisa menjadi nasihat terbaik bagi masa depan kita,” kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Menurut Novita, buku ini menjadi simbol kekuatan transformasi. Selain literasi, TGX Women Summit 2026 juga memamerkan potensi ekonomi kreatif, mulai dari film dokumenter hingga animasi hasil karya anak muda daerah. Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan ekosistem yang mendukung talenta lokal agar tetap bisa produktif dari daerah asal mereka sendiri.
“Hingga tahun 2026, perempuan Indonesia masih menghadapi banyak barier yang tidak menguntungkan di berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh perempuan untuk menyalakan api perjuangan yang positif agar mampu menghadapi kehidupan masing-masing,” ujarnya menambahkan.
Menutup forum tersebut, Novita memberikan pesan kuat mengenai definisi perempuan hebat di era modern. “Kartini masa kini adalah mereka yang berani bangkit, berani berkarya, dan berani membawa harapan bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya. Melalui dukungan kapasitas dan ruang kreatif, diharapkan ketahanan keluarga dan masyarakat dapat semakin kokoh menghadapi dinamika zaman yang kian kompleks. (Sen)









