Tatap Pemilu 2029, PKB Targetkan Cak Imin Jadi Presiden atau Wapres

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Tempo.co)

Seantero.id, JAKARTA – Meski gelaran pemilu serentak masih beberapa tahun lagi, mesin politik PKB mulai dipanaskan. Partai berlambang bola dunia ini secara terbuka telah menetapkan sasaran besar untuk kontestasi politik mendatang. Target utamanya adalah mengusung sang ketua umum, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, sebagai calon presiden atau wapres 2029.

Ambisi ini bukan tanpa persiapan. Partai tengah fokus memperkuat struktur internal melalui sistem kaderisasi yang lebih modern dan masif. Hal tersebut dilakukan agar partai tidak hanya sekadar bertahan di papan atas, tetapi juga mampu mendominasi perolehan suara secara nasional dengan merekrut segmen pemilih muda dan perempuan yang diprediksi akan menjadi penentu.

Wakil Ketua Umum PKB, Muhammad Hanif Dhakiri, mengungkapkan cita-cita besar tersebut dalam acara formal partai. Beliau menegaskan bahwa seluruh elemen organisasi harus mulai bergerak sejak dini. Strategi ini dianggap krusial untuk memastikan kemenangan di masa depan.

“Kita sebagai partai bukan hanya sekedar akan bertahan tetapi ke depan juga bisa akan terus lebih besar, bisa terus mencapai target-target yang menjadi tujuan besar kita termasuk menjadikan Gus Muhaimin sebagai presiden atau wakil presiden 2029 yang akan datang,” kata Hanif saat menyampaikan sambutan dalam halalbihahalal di kantor PKB, Jakarta, pada Jumat malam (10/4/2026).

Sebagaimana diketahui, pada periode sebelumnya, Cak Imin mendampingi Anies Baswedan namun belum berhasil unggul dari pasangan Prabowo-Gibran. Kini, dengan posisi PKB sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah dan Cak Imin menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, peluang tersebut dinilai masih terbuka lebar.

Hanif optimistis bahwa melalui Lembaga Kaderisasi Nasional, partai dapat mencetak pemimpin yang kompeten. “Nah inilah ruang kosong yang mungkin bisa diisi oleh PKB untuk menyiapkan kader-kader di berbagai tempat yang bener-bener siap untuk memimpin,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR ini.

Menutup arahannya, Hanif mengingatkan para kader di daerah agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Baginya, pemberian penghargaan kepada pengurus berprestasi hanyalah langkah awal. “Jadi ini bukan garis finish, ini adalah garis start agar kaderisasi tiga tahun yang akan datang sampai dengan pemilu 2029 ini bisa terus kita gelorakan,” ucap Hanif tegas. (Sen)

Share it:

Baca Juga