Seantero.id, PENAJAM – Keberhasilan serapan gabah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang 2025 menjadi pijakan bagi Dinas Pertanian (Distan) PPU bersama Perum Bulog Wilayah Paser untuk memasang target lebih tinggi pada 2026. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, menyampaikan bahwa realisasi serapan Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2025 mencapai 13.788 ton. Angka tersebut jauh melampaui target awal yang hanya dipatok sebesar 6.484 ton.
“Capaian itu menjadi pertimbangan Bulog dalam menetapkan target serapan 2026, yang naik menjadi 15.268 ton,” kata Gunawan, Kamis (22/1).
Menurutnya, Bulog telah memastikan kesiapan anggaran guna mendukung penyerapan gabah dan beras petani. Selain itu, mekanisme pembayaran juga terus diperbaiki dengan mendorong sistem transaksi non-tunai agar lebih praktis dan cepat.
Ia menambahkan, mitra Bulog di lapangan telah menyatakan komitmennya untuk mendukung penyerapan hasil panen petani secara maksimal.
Distan PPU memprediksi musim panen raya akan terjadi pada Maret hingga Mei 2026. Pada periode tersebut, pengawasan terhadap kualitas gabah dan beras menjadi perhatian utama agar produk yang diserap memenuhi standar mutu nasional.
Namun demikian, Gunawan mengungkapkan masih terdapat pekerjaan rumah di sektor produksi. Salah satunya adalah adanya selisih antara Luas Baku Sawah (LBS) dan luas tanam aktual. Dari total LBS 7.508 hektare, realisasi tanam baru mencapai sekitar 6.700 hektare.
Untuk mendukung pencapaian Indeks Pertanaman (IP) 2,5 pada 2026, pihaknya mendorong petani agar lebih patuh terhadap kalender tanam dengan sasaran IP 3,00. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesinambungan pasokan gabah.
Di sisi lain, pemerintah daerah menjamin kepastian harga bagi petani melalui peran Bulog sebagai penyangga pangan. Saat ini, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Penetapan HPP ini memberikan rasa aman bagi petani dari fluktuasi harga pasar,” tutup Gunawan. (Bey)









