Seantero.id, JAKARTA – Isu akan adanya kembali perombakan kabinet atau reshuffle di pemerintan Presiden Prabowo terus bergulir.
Isu akan adanya reshuffle kabinet tersebut menjadi sorotan banyak pihak, termasuk di intern partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Juru Bicara nya, I Putu Yogya Saputra. Dalam tanggapannya mengatakan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif yang dimiliki presiden.
Dengan penuh percaya diri, Putu menyebut pihaknya saat ini belum menyiapkan nama pengganti karena meyakini kader partainya yang duduk di kabinet dapat bekerja secara maksimal.
Ia menilai performa kader partainya di pemerintahan saat ini, seperti Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mendapat respon baik dari presiden.
“Tapi kami optimis sih, mudah-mudahan enggak (diganti), karena kami yakin kader-kader terbaik PSI bekerja dengan baik di pemerintahan,” ujarnya.
“Insya Allah enggak, kalau melihat dari kemarin, kita melihat pada saat Pak Presiden memberi taklimat kemarin kan, saya rasa terhadap Pak Raja Juli kan memberi apresiasi yang baik,” lanjutnya optimis.
Pihaknya menegaskan bahwa partainya akan tetap patuh terhadap garis instruksi presiden, dan juga siap dalam memberikan sumber daya manusia jika dibutuhkan dalam perubahan struktur kabinet.
Namun demikian kembali ia menegaskan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif dari presiden, dan partainya akan mengikuti semua apa yang menjadi keputusan.
“Tapi sekali lagi terkait isu reshuflle kabinet, itu hak prerogatif presiden. Partai hanya memberi kader terbaiknya untuk mengabdi ke pemerintah,” kata Juru Bicara PSI tersebut.(Dd)









