Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengoptimalkan sistem desil sebagai dasar dalam menentukan penerima bantuan sosial.
Melalui pendekatan ini, masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie, menjelaskan bahwa sistem desil merupakan metode pengelompokan masyarakat dari tingkat ekonomi terendah hingga tertinggi dalam skala satu sampai sepuluh.
“Desil ini semacam peringkat kesejahteraan. Jadi masyarakat yang sudah terdata itu kita susun dari yang paling rentan sampai yang lebih mampu,” ujarnya, Jumat (17/4).
Ia memaparkan, proses penentuan tidak dilakukan secara sederhana, melainkan melalui sejumlah indikator yang menggambarkan kondisi riil masyarakat.
Beberapa di antaranya meliputi kondisi tempat tinggal, pekerjaan, hingga tingkat penghasilan dalam satu keluarga.
Dalam klasifikasi tersebut, kelompok yang berada di desil satu dan dua masuk kategori paling rentan. Contohnya, keluarga tanpa pekerjaan tetap dan tinggal di rumah dengan kondisi sangat terbatas berpotensi masuk dalam kelompok tersebut.
Namun demikian, Ainie menekankan bahwa klasifikasi bisa berubah seiring dinamika kondisi keluarga. Misalnya, jika ada anggota keluarga yang telah memiliki pekerjaan tetap atau menjadi aparatur pemerintah, maka posisi dalam desil dapat bergeser ke kategori yang lebih tinggi.
“Perubahan kondisi ekonomi dalam keluarga tentu memengaruhi penilaian. Jadi tidak statis,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kebijakan dari pemerintah pusat menetapkan penerima bantuan sosial berada pada rentang desil satu hingga empat. Artinya, hanya kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yang menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan.
Dengan sistem ini, pemerintah berharap distribusi bantuan tidak lagi meleset dari sasaran. Data yang telah terverifikasi menjadi landasan utama dalam memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terakomodasi.
“Harapannya bantuan bisa lebih adil dan sesuai kondisi lapangan,” pungkasnya. (Bey)









