Strategi Diplomasi Global: Kapolri Beberkan Manfaat Indonesia Gabung BoP bagi Industri Nasional

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Humas Polri)

Seantero.id, JAKARTA – Keputusan pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam inisiatif internasional terbaru menarik perhatian publik luas. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, akhirnya buka suara mengenai alasan strategis di balik langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP). Langkah ini dipandang sebagai bentuk diplomasi proaktif di tengah dinamika politik global yang kian tidak menentu.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (10/3/2026), Sigit menjelaskan bahwa keterlibatan ini merupakan upaya Presiden untuk memastikan suara Indonesia terdengar dalam proses perdamaian dunia. Menurutnya, jalur alternatif ini diambil karena lembaga-lembaga internasional konvensional saat ini sedang menghadapi tantangan kredibilitas di mata negara-negara besar tertentu.

“Presiden berusaha untuk ikut aktif dalam menyelesaikan atau mendorong agar perdamaian segera terwujud. Tentunya, dengan beberapa diplomasi yang beliau lakukan, baik dengan Amerika maupun dengan negara-negara Teluk dan negara-negara Eropa. Kenapa itu dilakukan? Karena memang saat ini lembaga-lembaga universal yang sudah terbentuk, seperti PBB dan negara-negara lain, saat ini tidak dianggap oleh Trump. Sehingga mau tidak mau kita mencoba untuk masuk melalui jalur yang dibentuk oleh Trump,” papar Sigit pada Selasa (10/3/2026).

Selain isu perdamaian, bergabungnya Indonesia ke dalam BoP memiliki dampak ekonomi yang sangat nyata. Kapolri menyoroti bagaimana hubungan bilateral yang harmonis mampu menurunkan tensi perang dagang, yang secara langsung menguntungkan sektor industri dalam negeri. Penurunan tarif ekspor menjadi angin segar bagi para pelaku usaha nasional yang menyasar pasar Amerika Serikat.

“Pada waktu yang lalu, selain upaya beliau untuk menurunkan perang dagang dengan Amerika dari 32% menjadi 19%, dan setelah itu kemudian ada keputusan dari pengadilan [Supreme Court] di Amerika, [tarif] turun lagi [menjadi] 15%. Alhamdulillah, artinya satu beban sudah bisa kita lampaui,” ujar Sigit.

Dampak positif ini dirasakan oleh berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga teknologi. Sigit merinci ada sekitar 1.800 komoditas yang kini mendapatkan fasilitas tarif ekspor 0%. “Itu akan berdampak signifikan terhadap industri kita di dalam negeri karena beberapa yang kemudian kita lihat ini mendapatkan tarif ekspor 0%: ada industri sepatu, industri mebel, industri chip semikonduktor, dan ada 1.800 komoditas lain,” ucapnya.

Langkah berani melalui BoP ini diharapkan menjadi benteng pertahanan bagi ekonomi nasional di tengah gejolak global. Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka jalan bagi produk lokal agar tetap kompetitif di pasar internasional.

“Pemerintah berusaha untuk bisa ikut aktif, dengan politik bebas-aktif kita untuk segera peristiwa yang ada ini segera selesai. Walaupun tentunya kita juga akan menghitung apakah efektif atau tidak? Namun, paling tidak seluruh upaya untuk bisa mendamaikan situasi di Timur Tengah itu harus kita lakukan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Kapolri menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan lapangan kerja bagi masyarakat. “Harapan kita di tengah situasi yang ada, ini juga bisa menjaga agar industri kita tetap bisa terjaga. Karena kita juga tahu banyak yang terdampak oleh kondisi global, banyak rekan-rekan juga harus dirumahkan. Namun, ini adalah bagian dari upaya agar industri kita tetap bisa jalan,” pungkasnya. (Sen)

Share it:

Baca Juga