Seantero.id, PASER – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja Tanah Grogot bersiap meningkatkan status kelembagaannya menjadi universitas. Kampus yang berdiri sejak 1998 itu kini tengah menjalani proses penggabungan dengan lembaga pendidikan Sapta Grup guna memperluas cakupan program studi.
Ketua Yayasan Widya Praja, Suwito, menjelaskan bahwa tahapan administrasi dan perizinan tengah diproses sesuai ketentuan kementerian terkait. Ia memperkirakan proses tersebut memerlukan waktu antara enam hingga 18 bulan.
“Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan berjalan lancar, universitas baru ini diharapkan bisa segera beroperasi,” ujar Suwito, Selasa (3/3).
Menurutnya, kehadiran universitas di Kabupaten Paser tidak hanya berdampak pada peningkatan akses pendidikan tinggi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas mahasiswa dinilai dapat menggerakkan sektor usaha penunjang seperti rumah kos dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam skema penggabungan tersebut, STIE Widya Praja akan mempertahankan Program Studi Ekonomi jenjang Strata Satu (S1). Sementara itu, Sapta Grup berencana membuka sejumlah program studi baru, yakni S1 Teknik Sipil, Informatika, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Pendiri Sapta Grup, Slametno, menyebut seluruh program yang disiapkan berada pada jenjang sarjana. Ia optimistis kolaborasi ini akan memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Paser dan sekitarnya.
Seiring rencana perubahan status itu, lokasi kampus juga akan berpindah. Gedung perkuliahan yang saat ini berada di Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Grogot, direncanakan menempati bangunan baru di Desa Janju.
Gedung tersebut sebelumnya diproyeksikan untuk kerja sama dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Namun, kerja sama tersebut berakhir setelah terjadi pemutusan kontrak sepihak.
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, mengatakan pemerintah daerah masih membahas pemanfaatan gedung tersebut. Ia memastikan Pemkab Paser telah membentuk tim untuk merancang pendirian institusi pendidikan tinggi yang akan menempati fasilitas itu.
“Semua masih berproses. Gedung itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan pendidikan di Paser,” tutup Fahmi. (Bey)









