Seantero.id, PENAJAM – Puluhan pelajar di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), harus mendapatkan penanganan medis usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026).
Salah satu menu berupa puding yang dipesan dari pelaku UMKM diduga menjadi pemicu insiden tersebut.
Sebanyak 24 siswa SDN 008 Waru dan satu pelajar SMA Negeri 2 Waru dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, sakit perut hingga sesak napas.
Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Waru untuk mendapatkan perawatan.
PIC Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru dari Yayasan Bakti Benuo Taka, Yedy Kesuma, menyampaikan bahwa puding yang dikonsumsi para siswa bukan diproduksi di dapur umum MBG, melainkan dipesan dari UMKM lokal.
“Puding tersebut bukan hasil produksi dapur kami. Kami memesan dari UMKM,” ujar Yedi.
Ia menjelaskan, sejak awal beroperasi pada Februari ini, SPPG Waru mulai melibatkan pelaku usaha mikro dalam penyediaan menu MBG sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Namun, insiden ini menjadi bahan evaluasi internal.
“Ini pertama kalinya kami mencoba memberdayakan UMKM dalam program MBG. Kebetulan dari menu tersebut ada yang berdampak. Saat ini masih dalam proses evaluasi,” katanya.
Yedi memastikan, menu lain seperti nasi, sayur dan tahu yang diproduksi langsung oleh dapur umum tidak ditemukan permasalahan.
“Untuk produk dari dapur kami sendiri sejauh ini tidak ada kendala,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan proses penyaringan terhadap UMKM mitra, termasuk menelusuri legalitas usaha dan proses produksinya.
Bahkan, UMKM pemasok puding tersebut diketahui turut menyuplai ke dapur MBG lainnya.
“Kami sudah melakukan filterisasi, melihat rekam jejak dan proses produksinya. UMKM ini juga memasok ke dapur lain,” jelasnya.
Setiap hari, SPPG Waru menyiapkan sekitar 1.040 porsi makanan, dengan 1.017 porsi didistribusikan ke sejumlah sekolah mulai tingkat TK hingga SMA di wilayah tersebut. Dari total itu, sekitar 25 siswa dilaporkan mengalami gejala yang diduga keracunan.
Pihak SPPG menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk meninjau masa simpan dan distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Dugaan sementara mungkin ada persoalan pada masa tenggang makanan. Kami akan melakukan rapat evaluasi sesuai arahan untuk langkah ke depan,” tutup Yedi. (Bey)









