Seantero.id, JAKARTA – Indonesia kini semakin memperkuat posisinya sebagai aktor kunci dalam perdamaian global. Di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, peran Indonesia dalam mengawal isu Palestina mengalami lompatan besar melalui keterlibatan aktif dalam Board of Peace. Inisiatif ini dipandang sebagai terobosan strategis untuk mengakhiri krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di kawasan Gaza.
Langkah berani pemerintah tersebut menuai banyak apresiasi, salah satunya datang dari Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono. Ia menilai bahwa keputusan ini membuktikan keberanian serta ketajaman visi diplomasi luar negeri pemerintah saat ini. Menurutnya, partisipasi Indonesia adalah sebuah keharusan agar aspirasi rakyat Palestina mendapatkan ruang yang layak dalam konsolidasi internasional negara-negara besar.
“Langkah Presiden Prabowo adalah wujud nyata politik luar negeri bebas aktif yang sejak awal menjadi prinsip dasar Indonesia. Bergabung dalam Board of Peace menunjukkan bahwa kita konsisten menjalankan amanat konstitusi untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Dave saat memberikan keterangan di Jakarta pada Sabtu (7/2/2026).
Dave menjelaskan bahwa dinamika politik dunia yang sangat cair saat ini menuntut Indonesia untuk lebih adaptif. Masuk ke dalam platform perdamaian baru bukan berarti meninggalkan prinsip lama, melainkan cara cerdas agar suara Indonesia tetap relevan dan memiliki pengaruh kuat dalam pengambilan keputusan dunia. Keterlibatan ini menjadi instrumen bagi Jakarta untuk menekan komunitas internasional agar lebih serius mewujudkan solusi konkret.
Lebih lanjut, politisi Golkar ini menggarisbawahi bahwa setiap langkah politik yang diambil tetap menempatkan kedaulatan rakyat Palestina sebagai prioritas utama. “Ini bukan sekadar simbol solidaritas, tetapi juga bukti bahwa Indonesia selalu berdiri bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Sikap adaptif ini adalah bentuk diplomasi yang cerdas dari Presiden Prabowo. Indonesia tetap menjaga kepentingan nasional, namun di sisi lain sekaligus memperkuat peran globalnya,” lanjutnya menekankan.
Melalui partisipasi di Board of Peace, peran Indonesia diharapkan mampu menjembatani berbagai perbedaan pendapat di antara kekuatan global. Indonesia kini bukan lagi sekadar pendukung pasif, melainkan penggerak yang merumuskan peta jalan perdamaian abadi. Publik pun menaruh harapan besar agar diplomasi ini segera membuahkan hasil nyata bagi kemerdekaan Palestina yang sesungguhnya. (Sen)









