Seantero.id, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo, Freddy Alex Damanik. Dalam keterangannya menegaskan bahwa mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), bukanlah milik kelompok atau partai politik tertentu, namun milik seluruh masyarakat karena lahir dari rakyat Indonesia.
“Pak Jokowi bukan milik kelompok atau partai tertentu, tetapi tokoh nasional milik rakyat Indonesia, pemimpin rakyat yang lahir dari kandungan rakyat itu sendiri,” tegas Freddy.
Freddy Menegaskan bahwa Projo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat ini tidak dalam posisi memperebutkan figur Jokowi, ia memastikan hubungan keduanya tetap terjalan dengan baik, baik dari pendiri ataupun para pengurusnya.
Ia menyebut pihaknya menjaga komunikasi dengan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep dan beberapa pengurus partai berlambang gajah tersebut.
“Hubungan baik kami tetap terjaga dengan Ketum Kaesang, dengan Ketua Dewan Pembina Jeffrie Geovanie, Grace Natalie, Raja Juli Antoni, Ade Armando, Faldo Maldini dan hampir semua orang-orang lama di PSI,” ujar Freddy.
Bagi pihaknya perbedaan posisi dalam sebuah organisasi adalah hal yang wajar di dalam demokrasi.
“Perbedaan posisi organisasi itu biasa dalam organisasi, tetap tujuan besarnya sama,” tuturnya.
Menurut Freddy baik PSI atau Projo memiliki tujuan besar yang sama yakni menjaga kemajuan Indonesia serta mempertahankan semangat kerakyatan yang diwariskan oleh mantan Presiden RI tersebut.
Ia dengan tegas membantah narasi yang berkembang yang menyebut bahwa adanya persaingan antara Projo dan PSI.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus. Menegaskan bahwa Jokowi telah resmi menjadi bagian dari partainya, mantan Presiden RI tersebut didapuk sebagai patron politik perjuangan berlambang gajah tersebut dalam menghadapi pemilu 2029.(Dd)









