Seantero.id, PENAJAM – Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, memberikan arahan kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kesiapsiagaan menjelang Hari Raya Idulfitri, termasuk penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Dalam arahannya, Tohar menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menyikapi momentum Idulfitri dengan langkah antisipatif, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat baik sebelum maupun setelah perayaan.
Menurutnya, pengamanan tidak harus selalu dibarengi dengan pembentukan tim baru, namun lebih kepada optimalisasi peran perangkat daerah yang sudah ada.
“Kita mungkin tidak bisa lagi menyikapi dengan membentuk tim-tim lain. Prinsipnya daerah diminta menyikapi Idulfitri ini dengan menjaga keamanan dan ketertiban, baik menjelang maupun pasca Idulfitri,” kata Tohar, Jumat (13/3) sore.
Ia juga meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan secara bergiliran bersama aparat keamanan, termasuk melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Teman-teman yang ruang lingkupnya terkait pengawasan dapat bergiliran bersama kepolisian, dalam hal ini Satpol PP kiranya dapat melakukan kontrol,” ujarnya.
Selain aspek keamanan, Tohar juga menyoroti pentingnya pengendalian ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya. Ia menyebutkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) selama ini telah memiliki pengalaman dalam memantau kondisi pasar.
“Berkenaan dengan pengendalian ketersediaan barang kebutuhan, biasanya kita di TPID ini sudah terbiasa. Mari kita laksanakan pemantauan secara memadai, baik di pasar tradisional maupun pasar modern,” jelasnya.
Di sisi lain, Tohar turut mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat budaya organisasi dan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, khususnya yang berkaitan dengan operasional perjalanan dinas.
Ia meminta setiap kegiatan yang membutuhkan pembiayaan dipertimbangkan secara matang, apakah benar-benar penting atau dapat ditunda.
“Saya minta kepada kita semua untuk bisa melakukan pengendalian. Tidak semata-mata memberi tugas, tetapi pengendalian itu ada pada kita semua. Pertimbangkan betul kegiatan yang membutuhkan pembiayaan itu penting atau tidak,” tegasnya.
Tohar juga menekankan bahwa meskipun terdapat kebijakan WFA maupun masa libur, seluruh perangkat daerah tetap harus siap siaga menjalankan tugas pelayanan. Ia mengingatkan agar setiap pejabat maupun pegawai memastikan telepon seluler tetap aktif.
Menurutnya, hal tersebut penting agar koordinasi dan pemantauan kondisi daerah tetap berjalan selama periode menjelang hingga setelah Idulfitri.
“Walaupun WFA atau libur, saya minta ponsel tetap aktif. Dengan begitu kita tetap bisa memantau perkembangan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya. (Bey)









