Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali memanfaatkan Safari Jumat sebagai ruang untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Irsyad, Kecamatan Waru, Jumat (4/9/2026), diarahkan tidak hanya sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai sarana membangun komunikasi langsung dengan warga.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Pemkab PPU berupaya memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kondisi di lingkungan mereka.
Safari Jumat dinilai memiliki nilai strategis karena pemerintah dapat bertemu langsung dengan masyarakat di luar forum pemerintahan formal.
Dengan pola komunikasi semacam ini, masukan warga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.
Dukungan dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Safari Jumat ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” demikian pesan Waris.
Pemerintah daerah juga mendorong agar hubungan yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertemuan mingguan.
Aspirasi masyarakat yang muncul di lapangan perlu diteruskan dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait sesuai kewenangannya.
“Kita ingin sinergi dan kebersamaan antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat dalam mendukung pembangunan daerah,” lanjut Waris.
Safari Jumat di Masjid Al-Irsyad menjadi bagian dari agenda rutin Pemkab PPU untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga.
Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan daerah, pola komunikasi langsung menjadi penting. Pemerintah tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga perlu mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Safari Jumat bukan sekadar agenda seremonial, tetapi kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu jalur untuk memastikan kebijakan pembangunan PPU lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Adv/Bey)









