RSUD Ratu Aji Putri Botung Kejar Pemenuhan Dokter Subspesialis, Fokuskan Urologi dan Bedah Toraks

Rumah Sakit Umum Daerah RAPB, Penajam Paser Utara. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Upaya peningkatan layanan kesehatan terus dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian utama adalah pemenuhan tenaga dokter subspesialis, terutama pada bidang-bidang yang dinilai masih krusial.

Direktur RSUD RAPB, dr. Lukas Iwan Eddy Saputro, menyampaikan bahwa secara umum jumlah dokter spesialis di rumah sakit tersebut telah melampaui standar minimal untuk rumah sakit tipe C. Meski begitu, kebutuhan tenaga medis dengan keahlian khusus masih belum sepenuhnya terpenuhi.

“Untuk dokter spesialis sebenarnya sudah cukup, bahkan lebih. Namun, ada beberapa subspesialis yang memang masih dibutuhkan untuk menunjang layanan tertentu,” ujarnya, Jumat (11/4).

Ia menjelaskan, sejumlah bidang yang masih belum tersedia di antaranya spesialis bedah anak, onkologi, hingga bedah urologi.

Dari beberapa kebutuhan tersebut, pihak rumah sakit memprioritaskan pemenuhan dokter subspesialis urologi serta bedah toraks kardiovaskular dalam waktu dekat.

Menurutnya, keberadaan dokter dengan keahlian tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi ketergantungan rujukan ke luar daerah.

“Prioritas kita saat ini adalah urologi dan bedah toraks. Ini yang paling mendesak untuk segera dipenuhi,” jelasnya.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut, manajemen RSUD RAPB terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan antar dokter spesialis serta rumah sakit lain.

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses perekrutan maupun menghadirkan dokter melalui sistem kontrak.

Sementara itu, untuk pelayanan yang belum dapat ditangani secara maksimal, pihak rumah sakit masih melakukan rujukan pasien ke fasilitas kesehatan lain. Namun, langkah tersebut diharapkan hanya bersifat sementara hingga tenaga subspesialis yang dibutuhkan dapat terpenuhi.

“Selama belum ada kerja sama atau dokter yang tersedia, pasien masih kita rujuk. Tapi ke depan, kita harapkan layanan itu bisa dilakukan langsung di sini,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga