Seantero.id, PAMEKASAN – Ribuan massa yang terdiri dari elemen Petani Tembakau dan buruh pabrik rokok memadati depan Kantor Bupati Pamekasan pada Selasa (10/22026). Aksi unjuk rasa besar-besaran ini menyuarakan keresahan masyarakat terkait kebijakan tarif Bea Cukai yang dinilai memberatkan sektor industri hasil tembakau (IHT) di tingkat lokal.
Massa menuntut adanya keadilan regulasi agar keberlangsungan ekonomi daerah tetap terjaga. Mereka menilai, tingginya beban cukai saat ini membuat produk lokal sulit bersaing, yang berdampak langsung pada kesejahteraan para pekerja dan petani di lapangan.
Dalam orasinya, para demonstran menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pengusaha kecil. Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Halili, menyatakan bahwa penerapan tarif yang lebih rendah sangat krusial bagi industri kecil agar bisa terus beroperasi di tengah tekanan ekonomi. “Kami meminta Bea Cukai segera menerapkan tarif cukai golongan III yang harganya lebih terjangkau. Sehingga pengusaha kecil berkembang dan masyarakat Pamekasan semakin sejahtera,” kata korlap aksi, Halili, Selasa.
Selain persoalan tarif, massa juga menyoroti pembatasan kuota Sigaret Kretek Tangan (SKT). Menurut mereka, sektor SKT adalah penyerap tenaga kerja terbesar di Madura, sehingga pembatasan kuota hanya akan mempersempit lapangan kerja. “Kami meminta Bea Cukai menambah kuota SKT yang selama ini ada pembatasan. Sehingga mendukung pengusaha kecil untuk berproduksi dan meningkat ekonomi masyarakat,” tambah Halili.
Tak hanya soal regulasi fiskal, para pengunjuk rasa juga mengeluhkan gangguan dari pihak-pihak luar yang dianggap menghambat iklim usaha di Pamekasan. Halili menegaskan bahwa kehadiran oknum yang tidak bertanggung jawab sering kali menjadi penghalang bagi kelancaran operasional perusahaan rokok legal. “Kami mendesak Pemkab Pamekasan segera menertibkan LSM yang ilegal. Selama ini, banyak mengganggu perusahaan kami dan tidak memberikan solusi tapi merugikan,” ungkap Halili tegas.
Aksi ini berjalan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Massa berharap aspirasi mereka segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan instansi terkait demi menyelamatkan nasib ribuan Petani Tembakau serta buruh yang menggantungkan hidup pada industri ini. (Sen)









