Revitalisasi Pelabuhan Penajam Butuh Rp200 Miliar, Pemkab Andalkan Bantuan Pusat dan Provinsi

Pelabuhan Speadboat dan Klotok Penajam. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengestimasikan kebutuhan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk merevitalisasi Pelabuhan Speedboat dan Klotok Penajam, yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di wilayah pesisir.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengungkapkan bahwa keterbatasan fiskal daerah membuat pemerintah daerah harus mengandalkan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) maupun pemerintah pusat.

Menurutnya, nilai anggaran yang besar tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan fisik pelabuhan, tetapi juga mencakup penataan kawasan pesisir di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam secara menyeluruh.

“Nilainya cukup besar, jadi kami sudah mengajukan bantuan ke provinsi dan pusat agar program ini bisa berjalan,” ujarnya, Kamis (16/4).

Ia menjelaskan, dalam rencana penataan tersebut terdapat sejumlah lahan dan bangunan milik masyarakat yang terdampak. Pemerintah daerah memastikan akan memberikan ganti rugi sesuai ketentuan kepada warga yang lahannya masuk dalam kawasan proyek.

Selain itu, Mudyat telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) PPU bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap aset warga yang terdampak.

Langkah ini dinilai krusial agar persoalan sosial dapat diselesaikan lebih awal sebelum proyek masuk ke tahap konstruksi.

“Semua hak masyarakat harus dituntaskan lebih dulu. Jangan sampai pembangunan berjalan, tapi persoalan sosial belum selesai,” tegasnya.

Revitalisasi pelabuhan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi air sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir Penajam ke depan. (Bey)

Share it:

Baca Juga