Seantero.id, JAKARTA – Rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melibatkan mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dalam agenda politiknya, mendapat sorotan banyak pihak di Tanah Air.
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. Dalam tanggapannya menyebut PSI dapat mempertimbangkan kembali rencana melibatkan Jokowi dalam agenda politik partainya.
Menurutnya, langkah PSI melibatkan Jokowi dinilai spekulatif bagi partai berlambang gajah tersebut.
“Kehadiran Jokowi ke penjuru tanah air membawa panji-panji PSI bisa jadi akan menjadi bumerang pada partai gajah tersebut,” ungkap Jamiluddin, 17 Mei 2026.
Ia memahami partai tersebut membutuhkan sosok besar yang dapat membantu agar dapat lolos ke Senayan, namun demikian Jamiluddin melihat mantan Presiden RI dua periode tersebut tidak lagi seperti 10 tahun lalu, terlebih dengan isu ijazahnya yang mencuri perhatian banyak pihak.
Ia mengatakan kehadiran Presiden RI ke-7 di PSI tidak menutup kemungkinan akan memunculkan banyaknya yang antipati terhadap partai tersebut.
Jamiluddin menyarankan agar rencana melibatkan ayah Kaesang Pangarep berkeliling Indonesia membawa panji-panji PSI dapat kembali dikaji.
“Sebaiknya perlu dikaji ulang plus minusnya, jangan sampai PSI kembali gagal ke Senayan karena salah menilai keperkasaan Jokowi,” imbuh pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Ungggul tersebut.(Dd)









