PPU-Karo Perkuat Kerja Sama Pangan, Antisipasi Inflasi dan Ancaman El Nino

Penandatanganan kerjasama. (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat kerja sama antardaerah sebagai langkah menjaga pasokan pangan dan mengantisipasi gejolak harga di tengah risiko El Nino.

Langkah tersebut dilakukan melalui penandatanganan kerja sama antara Pemkab PPU dan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) periode Agustus 2026.

Pertemuan tersebut mengangkat tema sinergi dan kolaborasi melalui kerja sama antardaerah untuk menjamin kesinambungan pasokan, pengendalian harga, serta mitigasi risiko El Nino.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan di daerah.

Terlebih, kondisi cuaca dan perubahan iklim berpotensi mengganggu produksi maupun distribusi sejumlah bahan pangan.

“Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antara TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, serta seluruh stakeholder terkait,” tegas Mudyat.

Kerja sama dengan Kabupaten Karo ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama (KAD). Pada kesempatan yang sama, Asosiasi Pedagang Pasar Kabupaten PPU juga menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Perumda Manuntung Sukses.

Menurut Mudyat, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperlancar rantai pasok pangan sehingga kebutuhan masyarakat PPU tetap terpenuhi meski terjadi gangguan produksi di wilayah tertentu.

Pemkab PPU juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap stok dan distribusi sejumlah komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi. Di antaranya beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, gula, telur dan daging ayam.

“Langkah antisipatif harus dilakukan lebih awal sehingga ketika terjadi potensi gangguan pasokan, kita sudah memiliki langkah penanganan dan distribusi barang tidak terganggu,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan barang, pemerintah daerah juga akan memperkuat pemantauan harga di pasar.

Monitoring secara berkala dan inspeksi mendadak dinilai penting untuk mengetahui kondisi harga secara langsung sekaligus mengantisipasi kenaikan yang dapat menekan daya beli masyarakat.

Mudyat mengatakan pengendalian inflasi juga tidak cukup hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Ketahanan pangan lokal perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan cadangan pangan pemerintah serta pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha pangan.

Ia turut menekankan pentingnya pembaruan data mengenai harga, stok dan distribusi pangan. Data yang akurat dan cepat diperlukan agar pemerintah dapat mengambil keputusan ketika terjadi perubahan kondisi di lapangan.

“Koordinasi antarwilayah dan kerja sama perdagangan antardaerah harus terus diperkuat. Dengan begitu, kelancaran distribusi dapat terjaga dan risiko kekurangan pasokan dapat kita cegah sejak awal,” jelasnya.

Kerja sama PPU dengan Kabupaten Karo tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di Benuo Taka, khususnya menghadapi potensi tekanan akibat perubahan cuaca dan risiko El Nino. (Bey)

Share it:

Tags

Baca Juga