PP AMPG Kecam Pelanggaran Hukum Internasional: Dorong Perdamaian, Tolak Dominasi Militer dalam Geopolitik Global

Ketum AMPG, Said Aldi Al Idrus (KOMPAS.com)

Seantero.id, JAKARTA – Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) secara tegas menyatakan dukungannya terhadap sikap pemerintah, khususnya pernyataan Bahlil Lahadalia, terkait situasi global yang kian memanas. PP AMPG menyoroti tindakan Amerika Serikat dan Israel yang dinilai mengabaikan hukum internasional, sehingga memperburuk stabilitas geopolitik dunia saat ini.

Dalam keterangannya, organisasi kepemudaan ini menilai bahwa pengingkaran terhadap aturan hukum antarnegara hanya akan membawa dunia ke dalam ketidakpastian. Fokus utama yang disuarakan adalah pentingnya mengedepankan dialog diplomatik dibandingkan menggunakan kekuatan senjata yang hanya menyengsarakan masyarakat luas.

Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menegaskan bahwa penggunaan kekuatan fisik dalam menyelesaikan sengketa antarnegara merupakan sebuah langkah mundur. “Apa pun dalihnya, pendekatan kekuatan bersenjata yang menghilangkan nyawa dan menghancurkan infrastruktur sipil adalah kemunduran peradaban. Dunia seharusnya bergerak menuju dialog, bukan dominasi militer,” ujar Said Aldi Al Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Situasi di wilayah konflik saat ini memang memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak di tanah air. AMPG menilai dampak dari ketegangan geopolitik ini tidak hanya dirasakan oleh para pembuat kebijakan, melainkan paling memukul kelompok yang tidak bersalah. Hilangnya rasa aman dan rusaknya tatanan sosial menjadi ancaman nyata yang harus segera dihentikan melalui kesepakatan internasional yang adil.

“Ketika bom dijatuhkan, yang paling menderita adalah rakyat sipil. Anak-anak, perempuan, orang tua yang tidak tahu-menahu soal geopolitik menjadi korban. Ini tragedi kemanusiaan,” katanya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Said mengajak komunitas internasional untuk kembali pada komitmen awal pembentukan tatanan dunia yang harmonis. Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa tidak boleh diukur dari seberapa besar armada perang yang dimiliki, melainkan seberapa besar kontribusinya dalam menjaga ketenangan dunia.

“Kita harus mendorong dunia kembali pada kesadaran bahwa kekuatan sejati bukan pada rudal dan bom, melainkan pada kemampuan membangun perdamaian. Jika kekerasan terus dijadikan solusi, maka dunia sedang berjalan mundur,” tegasnya mengakhiri pernyataan tersebut pada Senin (2/3/2026).

Melalui momentum ini, PP AMPG berharap Indonesia tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kemerdekaan dan hak asasi manusia di forum internasional, guna memastikan perdamaian abadi dapat segera terwujud bagi seluruh bangsa. (Sen)

Share it:

Baca Juga