Seantero.id, PENAJAM – Polres Penajam Paser Utara tengah melakukan penyelidikan intensif terkait peristiwa meninggalnya seorang anak di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Kejadian ini menyita perhatian warga setempat karena dinilai jarang terjadi di wilayah tersebut.
Kasat Reskrim Polres PPU, Hendry Dwi Azhari, menyampaikan bahwa identitas korban tidak dipublikasikan secara lengkap. Kepolisian hanya menyebut inisial SYE guna melindungi privasi keluarga, mengingat korban masih di bawah umur.
“Identitas lengkap tidak kami sampaikan demi menjaga privasi keluarga. Korban masih anak di bawah umur,” ujarnya, Jumat (13/2).
Menurutnya, penyidik masih merangkai kronologi kejadian dengan mengumpulkan berbagai keterangan. Sebagai langkah awal, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan tim medis untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenazah di rumah sakit.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun demikian, kami tetap mendalami berbagai kemungkinan penyebab lainnya,” jelasnya.
Fokus penyelidikan kini diarahkan pada pemeriksaan saksi-saksi, termasuk pihak keluarga dan lingkungan sekitar. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya tekanan psikologis atau dugaan perundungan (bullying) yang mungkin dialami korban sebelum meninggal dunia.
“Kami mendalami seluruh aspek, termasuk kemungkinan adanya tekanan mental atau perundungan. Semua informasi yang berkembang akan kami verifikasi,” tegas Hendry.
Setelah proses pemeriksaan medis selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polres PPU menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya lingkungan sekolah dan keluarga, agar lebih peka terhadap kondisi psikologis remaja.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih peduli terhadap kesehatan mental anak. Jika ada indikasi masalah serius, segera cari bantuan profesional,” pungkasnya. (Bey)









