Penjualan Kue Kering Meningkat Tajam Jelang Lebaran

Penjual kue kering di Pasar Induk Penajam menjelang lebaran. (Berbi Ollan/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Kue kering (kuker) menjadi suguhan primadona di setiap memasuki Hari Raya Idul Fitri. Hampir setiap rumah yang dikunjungi menyajikan berbagai macam kue kering yang memiliki ciri khasnya sendiri.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan kue kering di Pasar Induk Penajam mengalami peningkatan signifikan.

Suasana pasar pun tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah pembeli terlihat sibuk memilih kue, riset harga, hingga melakukan tawar-menawar sebelum memutuskan membeli.

Salah satu pedagang, Wahyuni (42), mengatakan lonjakan pembeli sudah terasa, terutama untuk kue kering yang menjadi sajian khas saat Lebaran.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai. Banyak yang beli untuk persiapan Lebaran,” ujar Wahyuni saat ditemui di lapaknya, Kamis (19/3).

Ia menjelaskan, kue yang dijual cukup beragam, mulai dari nastar, kue rambutan, putri salju, palm sugar, lidah kucing, kacang telur, hingga cimi-cimi.

Selain itu, tersedia juga berbagai kue basah dan tradisional seperti pisang ijo, kue lapis, donat, gabin fla, hingga kue perahu.

Menurut Wahyuni, harga yang ditawarkan di pasar relatif terjangkau dibandingkan dengan penjualan di pasar Ramadan maupun grosiran. Untuk kue kering, harga dibanderol mulai Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per toples.

“Di sini lebih murah, makanya banyak yang pilih belanja di pasar,” katanya.

Dirinya mengaku, jika sebagian dagangannya masih dipasok dari pihak lain untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Kendati demikian, dirinya juga tetap membuat olahan kuker dan kue tradisional secara rumahan jika tidak terkendala kesibukan.

Biasanya, aktivitas berjualan dimulai sejak pagi hari. “Biasanya dari jam 7 sampai jam 12 siang. Kalau sudah ramai, kadang jam 11 juga sudah habis,” ungkapnya.

Wahyuni sendiri telah berjualan di pasar tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Ia memilih berjualan di pasar karena dinilai lebih ramai pembeli dibandingkan jika hanya berjualan dari rumah.

“Di pasar lebih banyak orang datang, jadi peluang jualan lebih besar,” tutupnya.

Meningkatnya minat masyarakat membeli kue kering ini menjadi salah satu indikator tingginya antusiasme warga dalam menyambut hari raya Idulfitri. (Bey)

Share it:

Baca Juga