Seantero.id, JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti korps baju loreng. TNI Angkatan Laut memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para patriot bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya demi kedaulatan negara. Prosesi sakral ini menandai berakhirnya tugas suci para prajurit yang dinyatakan gugur saat menjalankan operasi pengamanan di wilayah Papua.
Peristiwa kontak senjata yang terjadi di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menyisakan kesedihan bagi keluarga besar Korps Marinir. Dua prajurit terbaik bangsa harus berpulang dalam tugas mulia tersebut. Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka, pihak militer menyelenggarakan upacara penyerahan jenazah dengan penuh tata krama militer.
“Korps Marinir TNI AL menyerahkan jenazah Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio yang gugur saat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (22/1/2026), sekitar pukul 07.00 WIT, kepada keluarganya,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta.
Penyerahan jenazah kepada pihak keluarga dilakukan secara militer di Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, pada hari Senin (23/1/2026). Upacara khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir ini dihadiri langsung oleh Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi. Suasana haru menyertai pelepasan peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih tersebut.
Sebelumnya, rekan seperjuangan almarhum, yakni Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra, juga telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat, untuk dimakamkan dengan upacara militer serupa. Sementara itu, jenazah Andi Suvio diterbangkan menuju Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, untuk disemayamkan di tanah kelahirannya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menegaskan bahwa kedua sosok tersebut adalah pahlawan masa kini. Di tempat terpisah, ia memastikan bahwa negara akan menjamin seluruh kesejahteraan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik,” ujar Laksamana Pertama TNI Tunggul di Jakarta pada hari Senin (23/3/2026) dikutip dari Antaranews.com.
Pengabdian para prajurit di medan tugas Maybrat akan selalu dikenang sebagai catatan emas dalam sejarah pertahanan Indonesia. Semoga semangat juang mereka menjadi inspirasi bagi seluruh personel TNI yang masih bertugas menjaga kedaulatan di pelosok negeri. (Sen)









