Seantero.id, PENAJAM – Tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tenis di Penajam Paser Utara (PPU) mendorong rencana pembangunan lapangan tenis baru.
Saat ini, keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama, jumlah lapangan yang tersedia dinilai masih sangat terbatas dibandingkan minat masyarakat dalam berolahraga tenis.
Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) PPU, Rusli, mengungkapkan bahwa saat ini hanya terdapat satu lapangan tenis yang aktif digunakan untuk aktivitas latihan dan turnamen.
“Penajam ini baru satu lapangan. Itu yang kita pakai untuk semua kegiatan,” ujar Rusli, Sabtu (11/4).
Selain itu, terdapat satu lapangan lain yang berada di kawasan Lawe-Lawe, namun fasilitas tersebut merupakan milik perusahaan yakni Pertamina dan tidak sepenuhnya bisa diakses secara bebas oleh masyarakat.
“Memang ada di Lawe-Lawe, tapi itu milik perusahaan, milik Pertamina ya, bukan untuk umum,” jelasnya.
Melihat tingginya animo masyarakat, terutama dari kalangan pemula dan ibu-ibu, Pelti PPU berencana menambah satu lapangan baru yang akan dibangun tepat disamping lokasi lapangan yang sudah ada saat ini.
“Animo masyarakat sudah mulai meningkat, terutama dari kalangan ibu-ibu. Jadi kita butuh tambahan lapangan lagi, nanti lapangannya di samping lapangan ini juga,” katanya.
Rencananya, lapangan baru akan dibangun di lokasi yang berdekatan dengan lapangan yang sudah ada. Namun, realisasi pembangunan masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
“Harapannya bisa masuk APBD. Dulu bangun lapangan sekitar Rp900 juta, sekarang tentu sudah naik,” jelasnya.
Ia berharap penambahan fasilitas ini dapat mendorong pertumbuhan atlet tenis di PPU yang selama ini masih tergolong minim.
“Kalau fasilitas cukup, kita bisa lebih maksimal membina atlet dan mengembangkan tenis di daerah,” tandasnya. (Bey)









