Pejabat PPU Diminta Aktif Layani Konfirmasi Media

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Berby/Seantero)

Seantero.id, PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin menegaskan bahwa keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU. Ia meminta seluruh pejabat daerah tidak bersikap tertutup, khususnya dalam melayani konfirmasi dari media massa.

Waris menyampaikan, hubungan antara pemerintah dan media merupakan bagian penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Karena itu, pejabat daerah diminta tidak menghindari wartawan ketika dimintai keterangan.

“Kalau ada konfirmasi, jawab saja sesuai kewenangannya. Jangan menghindar,” kata Waris, Selasa (20/1).

Ia menilai, masih adanya keluhan dari awak media terkait sulitnya memperoleh informasi menunjukkan perlunya perbaikan komunikasi publik di internal pemerintahan. Menurutnya, selama informasi tersebut bersifat terbuka dan tidak melanggar aturan, pejabat wajib menyampaikannya.

“Kepala dinas, badan, sampai tenaga ahli itu punya tanggung jawab memberi informasi sesuai tupoksi masing-masing,” ujarnya.

Waris menegaskan akan memberikan perhatian serius jika ada pejabat yang secara sengaja menutup diri dari media. Ia bahkan mempersilakan wartawan untuk melaporkan langsung apabila menemukan sikap tidak kooperatif dari aparatur pemerintah.

“Kalau memang ada yang menolak atau menghindar, sampaikan ke saya. Akan saya panggil dan minta penjelasan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian dari penilaian kinerja pejabat. Sikap responsif terhadap media dinilai mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan pelayanan publik, terlebih menjelang rencana mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab PPU.

“Transparansi ini menyangkut kepercayaan masyarakat. Jangan sampai justru pejabatnya tertutup,” ucapnya.

Selain persoalan konfirmasi, Waris juga menyoroti pentingnya keterbukaan agenda pemerintahan. Ia meminta agar jadwal kegiatan Pemkab PPU dapat dibagikan secara rutin kepada awak media.

“Kalau agenda dibagikan, media tahu kegiatan apa saja yang dilakukan pemerintah. Itu juga membantu dokumentasi dan publikasi,” katanya.

Ia berharap, dengan komunikasi yang lebih terbuka, informasi mengenai program dan kegiatan pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas.

“Kalau kegiatannya terpublikasi, masyarakat juga tahu apa yang sedang dikerjakan pemerintah daerah,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga