Paser Cup Race 2026 Ditargetkan Diikuti 400 Pembalap, IMI Soroti Fasilitas Penonton

Paser Cup Race 2026. (Ist)

Seantero.id, PASER – Kejuaraan balap motor Paser Cup Race 2026 kembali digelar di sirkuit Kabupaten Paser pada 2 hingga 3 Mei 2026 mendatang. Event otomotif tersebut ditargetkan diikuti sekitar 400 pembalap dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Penyelenggara, Iqbal, mengatakan antusiasme peserta diperkirakan meningkat mendekati hari pelaksanaan. Menurutnya, pendaftaran pembalap umumnya membludak dalam dua hari terakhir sebelum lomba dimulai.

“Biasanya peserta ramai mendaftar menjelang pelaksanaan. Karena itu jumlah final pembalap baru terlihat mendekati hari H,” ujarnya, Rabu (29/4).

Ia optimistis target ratusan peserta dapat tercapai, terlebih ajang tersebut juga menarik minat pembalap luar daerah hingga level internasional.

Menurut Iqbal, Paser Cup Race bukan hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga momentum evaluasi dan pengembangan fasilitas olahraga otomotif di Kabupaten Paser.

Pembenahan infrastruktur sirkuit, peningkatan standar keselamatan, hingga penataan area pendukung dinilai penting untuk menunjang profesionalisme penyelenggaraan event otomotif di masa mendatang.

Dengan dukungan fasilitas yang semakin baik, sirkuit di Kabupaten Paser dinilai memiliki potensi menjadi tuan rumah kejuaraan balap berskala lebih besar.

Di sisi lain, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Paser menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah terkait kesiapan sarana pendukung, terutama fasilitas bagi penonton dan aspek keselamatan lintasan.

Sekretaris IMI Paser, Zulkifli Kaharuddin, mengatakan area khusus penonton hingga saat ini masih belum memadai. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan penumpukan massa di sekitar pagar lintasan seperti yang terjadi pada event sebelumnya.

“Fasilitas penonton harus menjadi perhatian serius. Dengan jumlah pengunjung yang besar, diperlukan area yang layak agar masyarakat dapat menonton dengan aman dan tertib,” katanya.

Selain fasilitas penonton, IMI juga menyoroti perlunya penguatan perangkat keselamatan di sejumlah titik lintasan. Menurut Zulkifli, kejuaraan berskala besar membutuhkan standar keamanan yang lebih optimal untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.

Ia menyebut beberapa perlengkapan seperti barrier pengaman dan dukungan teknis lainnya masih perlu ditingkatkan agar pelaksanaan balapan berjalan aman dan profesional.

“Lintasan memang sudah bisa digunakan, tetapi perangkat keselamatan masih perlu diperkuat agar event berlangsung lebih profesional dan aman,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga