Seantero.id, PASER – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia Kabupaten Paser terus mematangkan persiapan pelaksanaan Paser International Table Tennis Championship (Paser ITTC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–26 Juli 2026 di GOR Sadurengas, Kecamatan Tanah Grogot.
Sebagai bagian dari persiapan, panitia penyelenggara menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Ruang Rapat Lantai II Pendopo Kabupaten Paser pada Selasa (12/5/2026) malam.
Ketua Panitia Paser ITTC 2026, Arief Rahman mengatakan berbagai persyaratan administrasi telah dipersiapkan, termasuk peluncuran logo turnamen beserta filosofi yang diusung.
Menurutnya, turnamen internasional tersebut tidak hanya berfokus pada kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Kabupaten Paser melalui konsep sport tourism atau pariwisata olahraga.
“Selanjutnya nanti kita akselerasinya di bulan Juni. Karena di bulan Juni ini tentu para pendaftar ini tergantung yang seperti saya sampaikan tadi bahwa ini kita adalah dalam rangka menjual olahraga dalam rangka sport tourism, jadi orang bisa datang ke Paser mengikuti turnamen ini,” ujar Arief Rahman.
Untuk lokasi pertandingan, panitia memilih menggunakan GOR Sadurengas karena dinilai memiliki kapasitas yang lebih luas dibandingkan gedung cabang olahraga tenis meja milik daerah.
Meski demikian, sejumlah fasilitas di GOR Sadurengas akan dibenahi melalui kerja sama dengan dinas terkait, terutama pada aspek pencahayaan, toilet, dan sarana pendukung lainnya.
“Untuk venue insyaallah dari Dinas Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Diporapar sebagaimana disampaikan oleh TD tadi yang harus disiapkan diperbaiki ya tentunya ada beberapa lighting-nya kemudian ada masukan juga terkait dengan untuk sarana toiletnya dan lain sebagainya itu tentu akan ada perbaikan-perbaikan dalam waktu sesegera mungkin,” katanya.
Dalam turnamen tersebut, panitia menargetkan keikutsertaan delapan negara. Namun hingga saat ini, negara peserta masih dalam tahap komunikasi dan konfirmasi.
Beberapa negara yang diharapkan ikut ambil bagian di antaranya China, Jepang, Korea Selatan, serta sejumlah negara tetangga lainnya.
Arief mengaku hingga saat ini persiapan penyelenggaraan berjalan lancar tanpa kendala berarti karena dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai sangat baik.
“Kendala saya pikir karena koordinasi kami dengan lintas sektor dinas instansi OPD-OPD yang sangat mendukung. Saya pikir tidak ada kendala,” ucapnya.
Meski demikian, ia berharap kondisi nilai tukar rupiah tetap stabil mengingat seluruh fasilitas tamu undangan internasional akan ditanggung panitia, termasuk biaya perjalanan dan akomodasi.
“Ya paling kendalanya adalah, mudah-mudahan nilai rupiah kita tidak anjlok lagi karena ini sangat berpengaruh tentunya kan, kedatangan mereka dengan biaya tiket dan segala macam mereka datang ke Indonesia tentu sangat berhitung,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pengkab PTMSI Paser juga bekerja sama dengan Pengprov PTMSI Kalimantan Timur sebagai Technical Delegate serta mendapat rekomendasi dari Pengurus Besar PTMSI.
Melalui koordinasi lintas sektoral tersebut, panitia berharap seluruh tahapan persiapan hingga hari pelaksanaan dapat berjalan lancar demi mendukung kemajuan sport tourism di Kabupaten Paser. (Bey)









