Seantero.id, JAKARTA – Institusi Polri kembali melakukan langkah tegas dengan melakukan perombakan besar-besaran di jajaran pejabat wilayahnya. Keputusan ini diambil menyusul adanya polemik Sleman yang menyita perhatian publik serta pengungkapan kasus narkotika Bima yang melibatkan internal kepolisian. Pergeseran jabatan ini dipandang sebagai bentuk komitmen pimpinan pusat untuk menjaga integritas korps Bhayangkara di mata masyarakat.
Keputusan mutasi ini bukan sekadar rotasi rutin tahunan, melainkan hasil evaluasi mendalam terhadap kinerja para perwira tinggi dan menengah di lapangan. Langkah berani ini diambil guna merespons laporan warga serta temuan tim pengawas internal terkait efektivitas kepemimpinan di daerah- daerah yang sedang mengalami gejolak sosial maupun masalah hukum yang cukup kompleks.
Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, selaku Kadiv Humas Polri, mengonfirmasi bahwa langkah ini dilakukan demi memperbaiki kualitas pelayanan. “Untuk kategori evaluasi atau demosi, terdapat tiga pejabat yang mengalami pergeseran jabatan,” ujar Johnny dalam keterangannya di Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (28/2/2026).
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pencopotan pucuk pimpinan di wilayah Yogyakarta. “KBP Edy Setyanto Erning Wibowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Sleman Polda DIY, dimutasikan ke Divkum Polri,” ucapnya. Pergeseran ini disebut-sebut berkaitan erat dengan penanganan situasi keamanan yang sempat memanas dalam polemik Sleman belakangan ini.
Tak hanya di Jawa, pembersihan internal juga menyasar wilayah Nusa Tenggara Barat. Kasus narkotika Bima yang mencuat menjadi alasan kuat di balik pergeseran jabatan Kapolres setempat. “Kemudian AKBP Didik Putra Kuncoro yang sebelumnya menjabat Kapolres Bima Kota Polda NTB, dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri,” ujarnya. Penempatan di Yanma seringkali dianggap sebagai bentuk pembinaan selama proses pemeriksaan lebih lanjut berlangsung.
Johnny menegaskan bahwa mutasi ini merupakan respons cepat institusi terhadap dinamika yang terjadi. Pimpinan menginginkan sosok yang lebih tanggap dalam menyelesaikan sengketa wilayah maupun pemberantasan barang haram secara tuntas.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia Polri untuk memastikan organisasi tetap adaptif, solid, and responsif terhadap tantangan tugas ke depan,” kata dia menutup pernyataan resminya. Diharapkan dengan adanya wajah baru, penegakan hukum di wilayah tersebut dapat berjalan lebih transparan dan efektif. (Sen)









