Seantero.id, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menggelar diskusi bersama perwakilan desa dan petani di Kecamatan Babulu.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan di sektor pertanian.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman salah satu anggota DPRD PPU ini diikuti oleh 12 perwakilan desa serta puluhan petani dari berbagai wilayah.
Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang belum tergarap secara maksimal. Menurutnya, pengelolaan yang tepat akan meningkatkan produktivitas lahan.
“Kita harus bekerja sama agar lahan yang belum optimal bisa dimanfaatkan dengan baik. Pola pengelolaan juga harus tepat supaya hasilnya lebih efektif dan produktif,” ujarnya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk lebih intens turun ke lapangan guna memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat desa.
“Tahun ini saya akan lebih sering turun langsung ke desa-desa. Kita ingin mendorong kemandirian desa, termasuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” tegasnya.
Mudyat Noor menilai peningkatan kemampuan fiskal daerah harus berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Di sisi lain, perwakilan petani sekaligus Koordinator Desa Labangka Barat, Suhaimi, mengapresiasi pembangunan jalan usaha tani yang telah dilakukan pengecoran di sejumlah titik.
Suhaimi bilang, kondisi tersebut sangat membantu kelancaran distribusi hasil pertanian.
Namun, ia juga menyoroti masih adanya kendala pada sistem irigasi dan kondisi jalan usaha tani di beberapa lokasi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Menanggapi hal itu, Mudyat Noor mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah di sektor pertanian, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan usaha tani, irigasi, ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, hingga penyediaan bibit unggul.
“Kami ingin melalui diskusi ini bisa menyerap langsung kebutuhan masyarakat, lalu menindaklanjutinya sesuai skala prioritas,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Komisi II DPRD PPU, Sujiati, menilai Kecamatan Babulu memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Meski demikian, ia menekankan perlunya percepatan perbaikan sarana dan prasarana pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani.
“Potensi Babulu sangat besar. Karena itu, berbagai kendala seperti jalan usaha tani, alsintan, dan sarana pendukung lainnya harus segera dibenahi,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Bupati PPU dalam merespons aspirasi masyarakat dan berharap dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) semakin optimal dalam merealisasikan program penguatan sektor pertanian.
“Seluruh desa di Babulu menyambut baik kegiatan ini. Masyarakat merasa senang karena bisa bertemu langsung dan menyampaikan aspirasi kepada Bupati,” pungkasnya. (Bey)









