Momen Idul Fitri, Megawati Gelar Halal Bihalal di Kantor PDIP Bersama Dubes Palestina dan Rusia

Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto (Dokumen DPP PDI-P)

Seantero.id, JAKARTA – Suasana hangat menyelimuti markas besar PDI Perjuangan dalam rangka merayakan hari kemenangan. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memanfaatkan momen halal bihalal untuk mempererat tali silaturahmi, tidak hanya dengan internal partai tetapi juga dengan perwakilan negara-negara sahabat. Pertemuan ini menjadi menarik karena membahas isu-isu krusial dunia di tengah suasana lebaran yang fitri.

Acara yang berlangsung di Kantor PDIP Pusat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh diplomatik penting. Kehadiran para dubes ini menunjukkan posisi strategis Megawati dalam kancah diplomasi internasional. Diskusi yang terjalin pun mencakup berbagai topik hangat, mulai dari stabilitas keamanan global hingga isu lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat dunia saat ini.

Berdasarkan laporan di lapangan, DPP PDI Perjuangan menggelar halal bihalal pada Sabtu (21/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat (Jakpus), itu dilaksanakan bersamaan dengan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Megawati Soekarnoputri menerima sejumlah tamu, termasuk duta besar (dubes) Palestina dan Rusia.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung di Gedung B yang juga merupakan markas Badan Kebudayaan Nasional (BKN). ”Para duta besar tersebut berbicara akrab dengan Ibu Megawati, menyampaikan berbagai persoalan geopolitik sampai hal-hal yang berkaitan dengan global warming,” kata Hasto kepada awak media di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Selain berdiskusi, Megawati juga menitipkan pesan menyentuh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ia berharap Idul Fitri tahun ini menjadi sarana untuk memperkuat rasa kemanusiaan. ”Ibu Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Idul Fitri sebagai ruang refleksi diri, mempererat tali silaturahmi, serta membangun semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” imbuh Hasto.

Meski menerima tamu diplomatik, Hasto menegaskan bahwa acara ini tetap bersifat privat dan kekeluargaan tanpa agenda open house untuk umum. Tradisi makan bersama dengan menu khas Nusantara tetap terjaga, memperlihatkan sisi hangat sang Presiden ke-5 RI tersebut bersama keluarga dan sahabat terdekatnya. Melalui momentum ini, PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus mengedepankan semangat persaudaraan nasional dan perdamaian dunia. (Sen)

Share it:

Baca Juga