Minta Potongan Ojol di Bawah 10 Persen, Prabowo: Kalau Nggak Mau Ikut Kita Nggak Usah Usaha di Indonesia

Seantero.id, JAKARTA – Saat berpidato di acara peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jakarta. Presiden Prabowo menyampaikan rasa kepeduliannya terhadap para pengemudi ojek online (ojol) di tanah air.

Presiden Prabowo mendesak aplikator ride hailing di Indonesia seperti Grab dan Gojek memangkas potongan aplikasi ojol menjadi di bawah 10 persen.

Prabowo mengatakan ojol merupakan pekerja lapangan yang mempertaruhkan nyawanya saat bekerja. Menurutnya, potongan 20 persen atau lebih adalah jumlah yang dinilai terlalu besar, tidak sebanding dengan risiko.

“Saudara-saudara, ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol, setuju 20 persen?” tanyanya pada massa yang hadir di lokasi.

Presiden menganggap potongan 20 persen atau lebih menjadi hal yang dianggap memberatkan, ia berharap agar angka tersebut diturunkan menjadi di bawah 10 persen.

“Kalau 15 persen? Apa? Kalian minta 10 persen? Saya tidak setuju 10 persen! Harus di bawah 10 persen,” tegas presiden dalam pidatonya.

Ia berharap agar para aplikator dapat mengikuti aturan dari pemerintah, dan jika tidak maka mereka dipersilahkan berbisnis di luar Indonesia.

“Enak aje, elo yang keringetan, dia yang sapat duit. Sorry aje. Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah usaha di Indonesia,” tegasnya.

Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, para pengemudi ojol kerap melakukan aksi unjuk rasa di DKI Jakarta dan sekitarnya, menuntut pengurangan free aplikasi, namun demikian tuntutan tersebut belum mendapat tanggapan serius.

Pidato Presiden Prabowo yang meminta potongan ojol di bawah 10 persen, menjadi kabar baik bagi para pekerja tersebut.(Dd)

Share it:

Baca Juga