Seantero.id, IKN – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi saksi pelaksanaan Salat Idulfitri berjamaah perdana di Masjid Negara yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Ibadah ini dijadwalkan berlangsung pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau 2026 Masehi mulai pukul 06.30 WITA dan terbuka untuk masyarakat luas.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengajak masyarakat di sekitar IKN untuk turut meramaikan pelaksanaan salat Id tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan bagi warga untuk merayakan hari kemenangan bersama di pusat pemerintahan baru Indonesia.
Pelaksanaan salat Id nantinya akan menghadirkan Muhammad Abzar Duraesa sebagai khatib. Sementara imam akan dipimpin oleh Ahmad Muzakir. Adapun cadangan khatib dan imam disiapkan, termasuk M. Aroka Fadli.
Sejumlah petugas turut dilibatkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, mulai dari bilal hingga pembawa acara. Selain itu, berbagai fasilitas juga disiapkan untuk memudahkan jamaah, termasuk akses transportasi dan area parkir.
Akses jalan tol menuju kawasan Masjid Negara akan dibuka sejak pukul 04.30 WITA. Jamaah diimbau datang lebih awal guna menghindari kepadatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Untuk parkir, tersedia area di basement masjid, sementara alternatif parkir akan diarahkan ke sekitar kawasan jika kapasitas penuh.
Otorita IKN juga menyiapkan layanan shuttle bus dalam kota yang beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WITA. Rute ini melayani sejumlah titik seperti Rusun ASN, HPK, hingga rest area, dengan titik transit di Bundaran Sumbu Timur sebelum menuju lokasi salat.
Guna memastikan inklusivitas, tersedia pula fasilitas mobilitas berupa kendaraan golf cart yang diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, serta penyandang disabilitas agar lebih mudah menjangkau area ibadah.
Sebelumnya, pada 19 Maret 2026, juga dilaksanakan pemantauan hilal di kawasan IKN sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal bulan Syawal secara nasional. Hasilnya akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam Sidang Isbat.
Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya aktivitas keagamaan di IKN, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat yang terus berkembang di ibu kota baru tersebut. (Bey)









