M. Najib Resmi Nakhodai PWI Paser Masa Bakti 2026–2029

Pelantikan PWI Paser Masa Bakti 2026-2029, bertempat di Aula Rimbawan, Tanah Grogot. (Ist)

Seantero.id, PASER – Kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Paser masa bakti 2026–2029 resmi dilantik. Dalam pelantikan tersebut, M. Najib dikukuhkan sebagai Ketua PWI Paser untuk memimpin organisasi wartawan profesional itu di daerah Tana Paser selama empat tahun ke depan.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua PWI Provinsi Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, dan disaksikan Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta insan pers di Kabupaten Paser.

Dalam sambutannya, M. Najib menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya bukan sekadar memimpin organisasi profesi, tetapi juga menjaga marwah jurnalistik dan kemerdekaan pers di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, tantangan pers saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya media sosial yang membuat informasi menyebar begitu cepat, namun tidak selalu diiringi dengan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Media massa tidak lagi memonopoli arus informasi. Media sosial telah melahirkan fenomena tsunami informasi yang sering kali bercampur dengan hoaks, disinformasi, dan misinformasi. Di tengah kondisi seperti ini, peran pers justru semakin penting sebagai penjernih informasi,” ujarnya, Senin (8/6) dalam sambutan perdananya di Aula Rimbawan, Tanah Grogot.

Najib menegaskan, PWI Paser harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah berhimpun wartawan, tetapi juga menjadi pusat peningkatan kompetensi dan profesionalisme anggota.

Ia menilai kompetensi dan integritas merupakan modal utama yang harus dimiliki wartawan untuk menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mulai memengaruhi industri media.

“Kompetensi yang teruji dan integritas yang tidak bisa dibeli adalah benteng utama seorang wartawan di era digital saat ini,” katanya.

Dalam kepengurusan periode 2026–2029, PWI Paser akan memprioritaskan peningkatan kapasitas wartawan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan berbagai pelatihan jurnalistik secara berkelanjutan.

Selain itu, organisasi juga akan memperkuat penegakan Kode Etik Jurnalistik sebagai landasan utama dalam menjalankan profesi.

“Profesionalisme tanpa integritas hanyalah omong kosong. Karena itu, wartawan yang tergabung dalam PWI harus menjadi teladan dalam penerapan kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Najib juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai perbedaan produk jurnalistik dan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa produk pers lahir melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan prinsip keberimbangan informasi.

Ia menegaskan PWI Paser siap menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi media sekaligus membantu masyarakat memilah informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di hadapan Pemerintah Kabupaten Paser dan Forkopimda, Najib menyatakan komitmen PWI Paser untuk menjadi mitra strategis sekaligus kontrol sosial yang konstruktif dalam mendukung pembangunan daerah.

“PWI Paser akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. Kami akan menyampaikan kritik yang berbasis data dan solusi, namun juga akan menjadi yang terdepan dalam mengabarkan berbagai keberhasilan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Paser yang semakin maju.

“Mari kita bersama-sama membawa pers Kabupaten Paser menjadi pers yang sehat, cerdas, profesional, dan bermartabat,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga