Luhut Bongkar Kecerdikan Iran Hadapi AS: Waspadai Perang Teknologi dan Kolonialisasi Gaya Baru

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B Pandjaitan (KOMPAS.com)

Seantero.id, CIMAHI – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan pandangan tajam mengenai situasi geopolitik global yang kian tidak menentu. Dalam sebuah kuliah umum, ia menyoroti bagaimana kekuatan besar dunia saling bergesekan, serta memuji ketangguhan Iran yang mampu meladeni tekanan AS melalui strategi yang sangat efisien.

Berbicara di hadapan ribuan mahasiswa, Luhut menekankan pentingnya persatuan nasional di tengah badai krisis global. Menurutnya, stabilitas dalam negeri adalah kunci utama agar Indonesia tidak terombang-ambing oleh kepentingan asing.

“Point saya, uncertainty (ketidakpastian) ini masih tinggi. Oleh karena itu kita di dalam negeri harus kompak juga menghadapi ini karena semua dunia menghadapi masalah ini,” kata Luhut dalam kuliah tamu bertemakan ‘Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045’, di Unjani Cimahi, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, ia membedah sejarah kelam dibalik konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Luhut secara blak-blakan menyebut bahwa negara-negara maju seringkali menjadi aktor utama di balik perpecahan wilayah, mulai dari Timur Tengah hingga Palestina.

“Tapi kalau jujur, kalian belajar sejarah sebenarnya yang menjadi malapetaka (perang) ini semua dalangnya adalah negara-negara maju. Anda lihat betapa Inggris yang menjajah lalu memecah Palestina dengan Israel. Anda lihat Amerika, negara-negara barat setelah Perang Dunia Kedua, Arab Saudi dipecah dengan Abu Dhabi, dengan Dubai, dengan semua,” beber Luhut.

Ia juga memperingatkan adanya ancaman kolonialisasi dalam bentuk yang lebih modern. Jika dahulu penjajahan dilakukan secara fisik, kini upaya penguasaan terhadap negara berkembang dilakukan melalui instrumen ekonomi dan politik yang lebih halus.

“Jadi Indonesia ini sebagai katakanlah penyatu Asia-Afrika waktu itu dianggap kita salah, bahwa kita mendorong kemerdekaan negara-negara berkembang. Sekarang mereka ingin lagi melakukan kolonialisasi atau penjajahan lagi dalam bentuk yang beda,” jelasnya.

Salah satu yang paling disoroti adalah fenomena perang teknologi. Luhut memberikan contoh nyata bagaimana Iran berhasil menciptakan instrumen militer canggih namun ekonomis untuk mengimbangi kekuatan AS.

“Saya bilang ini perang teknologi. Ah, Anda bisa lihat betapa cerdiknya Iran memakai drone yang murah, tapi bisa terbang 2.000 km dan very accurate to attack, to hit any target. Padahal Iran membuat drone yang murah itu membuat dampak yang luar biasa juga sulitnya buat Amerika. Jadi dia harus menghancurkan pusat-pusat produksi daripada drone dan sistem pertahanan udaranya,” ungkap Luhut.

Kekaguman Luhut terhadap negara para mullah tersebut juga menyasar pada aspek mentalitas dan latar belakang sejarah bangsanya. Ia menilai daya juang mereka sangat sulit dipatahkan oleh tekanan eksternal apa pun.

“Mereka (Iran) menguasai teknologi. Dan jangan lupa, Iran itu adalah bangsa Arya, saya ulangi Iran itu adalah bangsa Arya, bangsa yang tidak pernah dijajah. Saya lihat Iran ini satu negara yang hebat dan fighting spirit-nya kuat, tidak gampang ini dealing dengan mereka. Kita lihatlah apa yang akan terjadi ke depan ini,” pungkasnya. (Sen)

Share it:

Baca Juga