Seantero.id, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menunggu arahan pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan terkait kemungkinan peliburan sekolah apabila kualitas udara akibat kabut asap memburuk.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan kegiatan belajar mengajar dihentikan jika kondisi kabut asap semakin parah.
Ia mengatakan, keputusan untuk meliburkan sekolah akan melihat perkembangan indeks kualitas udara di PPU serta arahan dari pimpinan dan Dinas Kesehatan.
“Nunggu arahan pimpinan dan dari Dinkes, kalau indeks quality udara PPU merah ya pasti diliburkan seperti daerah lain,” ujarnya, Rabu (2/9).
Berdasarkan informasi indeks kualitas udara yang dibagikan dalam percakapan tersebut, pada 2 September 2026 PPU berada pada angka 87 dengan kategori sedang. Sementara sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tercatat memiliki indeks lebih tinggi dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Untuk kondisi saat ini, Disdikpora PPU belum mengambil kebijakan peliburan sekolah. Aktivitas pembelajaran masih berjalan seperti biasa sembari pemerintah memantau perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut.
Imbauan penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak paparan udara yang kurang baik, terutama bagi siswa dan tenaga pendidik yang masih melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Saat ini imbauan untuk pakai masker,” kata Durajat.
Di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud juga menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara secara umum masih berada dalam kondisi aman. Namun, ia mengingatkan kondisi tersebut dapat berubah apabila kebakaran dan kabut asap terus berlangsung.
“Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman. Tetapi memang sedikit lagi kalau masih kebakaran terus memang jadi menjadi tidak sehat. Tapi saat ini masih dalam kondisi yang aman,” kata Rudy.
Meski menyebut kualitas udara masih aman, Pemprov Kaltim telah mengambil langkah antisipasi dengan meliburkan anak-anak sekolah serta memberikan masker untuk aktivitas di luar ruangan.
“Tetapi anak-anak sekolah masih kita liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar,” ujarnya.
Rudy mengatakan sekolah akan diliburkan sampai kondisi indeks kualitas udara kembali berada dalam kategori sehat.
“Sampai indeks udaranya sehat. Dalam kondisi yang sehat,” kata Rudy.
Langkah pemerintah provinsi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat perkembangan penanganan dampak kabut asap di daerah. Sementara itu, Disdikpora PPU masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan daerah dan Dinas Kesehatan sebelum mengambil keputusan mengenai kegiatan belajar mengajar.
Durajat menegaskan, perkembangan kualitas udara akan terus menjadi perhatian. Apabila indeks meningkat hingga masuk kategori tidak sehat atau membahayakan kesehatan, kebijakan pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan arahan pemerintah.
Dengan demikian, untuk sementara kegiatan pembelajaran di sekolah PPU tetap berlangsung dengan imbauan penggunaan masker. Pemerintah daerah juga akan terus memantau kondisi udara sebelum menentukan langkah selanjutnya demi menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik. (Adv/Bby)









